Mengukur Daya Tahan Otomotif Indonesia Saat Ditimpa Corona

Farah

Mengukur Daya Tahan Otomotif Indonesia Saat Ditimpa Corona

Jakarta, Indonesia — Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyampaikan pemerintah telah meminta berbagai hal agar asosiasi mengupayakan anggotanya tetap mendukung perekonomian semasa pandemi virus corona (Covid-19).

Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi mengatakan pemerintah meminta produsen tak menyerah, apalagi sampai bubar karena Covid-19.

“Pertama adalah jangan sampai ada industri otomotif yang rontok, jadi industri otomotif sangat disorot apalagi ada nama-nama besar,” kata Nangoi dalam diskusi virtual, Selasa (19/5).

Menurut dia jika ada merek otomotif tutup di Indonesia otomatis bakal merusak citra perusahaan itu. Sejumlah perusahaan besar di Indonesia yang menjadi anggota Gaikindo adalah Toyota, Mitsubishi, Suzuki, Honda, BMW, hingga pihak kendaraan komersial seperti Isuzu dan Hino .

“Bila ada satu pabrik tutup itu citranya akan jelek sekali. Ini yang kami sedang usahakan agar tidak terjadi penutupan pabrik di Indonesia,” ucapnya.

PHK

Pemerintah juga dikatakan meminta agar anggota Gaikindo tak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi karyawan. Namun menurut Nangoi hal itu belum bisa dipastikan lantaran tergantung kemampuan masing-masing perusahaan bertahan dalam kondisi saat ini.

“Ini kami mencoba bertahan dengan tenaga kontrak yang habis tidak akan diperpanjang lagi. Tapi sampai saat ini yang kami konsolidasi dengan teman Gaikindo belum ada PHK untuk karyawan tetap, tapi kami belum tau sampai sejauh mana bisa bertahan,” kata Nangoi.

Permintaan pemerintah yang lain terkait tunjangan hari raya (THR) Idul Fitri 1441 Hijriah bagi pekerja otomotif tahun ini. THR diharapkan tetap diberikan kepada pekerja.

“Poin ketiga yang diminta tolonglah THR dibayarkan karena industri otomotif dinilai memiliki daya tahan dan kemampuan untuk membayarkan THR. Akhirnya saya bicarakan dengan anggota, THR kami masih siap untuk membayarkan. Jadi tiga hal ini masih bisa dipenuhi Gaikindo,” kata Nangoi.

Gaikindo menjelaskan prediksi masa kelam industri otomotif pada tahun ini yang digambarkan dengan penurunan target penjualan mobil menjadi 600 ribu unit. Pada awal tahun Gaikindo menargetkan 1,05 juta unit.

Lihat juga:

Indonesia Diprediksi Tak Mampu Jual 600 ribu Unit Mobil 2020

Target baru itu pun masih diragukan lantaran hasil penjualan pada April yang menukik lebih tajam dibanding Maret. Nangoi bilang ada kekhawatiran penjualan mobil tak sampai 600 ribu unit pada tahun ini.

Pada April penjualan ritel menciut jadi 25 ribu unit, turun jauh dari Maret 60.447 unit yang sudah lebih rendah dibanding rata-rata per bulang 70 ribu unit – 80 ribu unit pada 2019.

Wholesales pada April terekam lebih anjlok ketimbang ritel yakni terjun sekitar 90 persen menjadi 8.000-an unit dibanding Maret 76.800 unit. (ryh/fea)

[Gambas:Video ]

Next Post

MK Kembali Gelar Sidang Gugatan Perppu Covid-19, Dengar Keterangan Presiden-DPR

Mahkamah Konstitusi (MK) hari ini akan menggelar sidang gugatan terhadap Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2020 (Perppu 1/2020) tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 19 (Covid-19) dan/atau dalam rangka menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan. Adapun […]