Masuk Zona Hijau, Sukabumi Mulai Longgarkan Aktivitas Ekonomi

Irene

Masuk Zona Hijau, Sukabumi Mulai Longgarkan Aktivitas Ekonomi

Pemerintah Kota Sukabumi, Jawa Barat mulai melonggarkan jam operasional perekonomian khususnya perdagangan mulai dari pertokoan non-sembako, pasar modern hingga pasar tradisional. Langkah ini diambil usai Sukabumi dinyatakan masuk zona hijau.

“Bertahap kita longgarkan waktu operasional pusat-pusat perdagangan mulai dari waktu buka hingga tutup, biasanya tutup pukul 16.00 WIB, sekarang bisa pukul 20.00 WIB dan ada juga pukul 22.00 WIB,” kata Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi, Sabtu (27/6).

Menurutnya, aktivitas perekonomian merupakan tulang punggung warga Kota Sukabumi. Mengingat mayoritas masyarakat di Kota Mochi ini usahanya bergerak di bidang jasa dan perdagangan.

Seperti dilansir dari Antara, dia mengharapkan dengan aktivitas perekonomian mulai kembali normal pendapatan dan daya beli masyarakat kembali meningkat.

Meskipun belum seutuhnya dinyatakan zona hijau dan masih berada di zona biru, tetapi pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah memberikan kelonggaran agar Kota Sukabumi menjadi zona hijau. Ini dipengaruhi oleh kajian epidemiologi sudah sangat terkendali terkait penyebaran Covid-19.

Dengan mulai normalnya aktivitas perekonomian, Pemkot Sukabumi menginstruksikan kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) khususnya yang terkait dengan penanggulangan virus yang bisa menyebabkan kematian ini untuk turun ke lapangan.

“Di masa pemulihan ini warga harus tetap waspada apalagi datang ke lokasi pusat keramaian seperti pasar modern maupun maupun tradisional, kami juga mengimbau agar seluruh pertokoan yang ada di Kota Sukabumi selalu menyediakan tempat cuci tangan atau minimalnya hand sanitizer,” tutup Fahmi. [fik]

Next Post

Jalani Rapid Test, 160 Pedagang Pasar Sukaramai Pekanbaru Non Reaktif

Pemerintah Provinsi Riau menggelar rapid test massal di Pasar Sukarami Pekanbaru. Dan hasilnya sebanyak 160 pedagang dan pengunjung semuanya dinyatakan non reaktif. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir mengatakan, selain dilakukan tes cepat, di Pasar Sukaramai juga diambil sebanyak 235 sampel swab. Namun hasilnya masih harus menunggu proses […]