Kisah Warga Jaksel Panen Hasil Bertani Hidroponik Tengah Pandemi

Irene

Kisah Warga Jaksel Panen Hasil Bertani Hidroponik Tengah Pandemi

Sukardi, warga RT 14 RW 1 Kelurahan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, berkisah soal kegiatan inspiratifnya di tengah situasi pandemi Covid-19. Menurutnya, ketimbang terus merasa jenuh atau tertekan dengan aktivitas luar yang terbatas, maka menyeimbangkan kesehatan fisik dan mental sangat perlu. Salah satunya melalui kegiatan berkebun atau bertani.

“Saya menikmati hasil panen sayur dan ikan segar. Panenan tersebut tidak hanya menambah nutrisi bagi keluarganya tetapi juga menambah penghasilan,” kata dia bercerita, seperti dikutip dari siaran pers BNPB, Minggu (17/5).

Sukardi mengatakan, cara bertani dipakainya adalah dengan metode hidroponik. Menurutnya cara ini tak menunggu waktu lama sampai berhasil menuai hasilnya. Praktik ini Sukardi dan tetangga di sekitarnya ternyata juga senada melakukan hal ini dengan beragam jenis sayur lain.

“Saya sudah sejak dua tahun lalu menanam sayuran, panen sayuran itu berupa sayur kangkung, sawi, selada dan pakcay,” tutur dia.

Selain hidroponik, teknik aquaponik juga tengah digelutinya. Teknik akuaponik menggunakan media sederhana, seperti ember kapasitas 60 liter, gelas plastik, spon busa, kawat, arang dan sekam.

“Teknik bisa sekaligus memanen sayuran dan ikan lele. lebih mudah pembuatan medianya selain dari tanaman dan menghasilkan ikan,” jelas dia.

Dia berharap, melalui giat mandiri seperti dirinya, masyarakat dapat beraktivitas di rumah sekaligus meringankan beban ekonomi.

“Sayuran dapat dipanen setiap tiga minggu sekali dan ikan lele dapat menjadi lauk pelengkap nutrisi makanan keluarga, semoga warga lainnya dapat mengikuti membuat aquaponik dan hidroponik agar dapat menghasilkan sendiri sayuran dan daging ikan segar,” tutupnya.

Reporter: Muhammad Radityo
Sumber: Liputan6.com [noe]

Next Post

Puluhan Penumpang Bus AKAP Tepergok Mudik ke Jawa Tanpa Dokumen

Bus antar kota antar propinsi (AKAP) Pelangi rute Medan-Jawa yang membawa puluhan penumpang dipaksa memutar balik karena tidak mengantongi dokumen kelengkapan perjalanan di masa pandemi Covid-19. Akhirnya, bus tersebut kembali ke tempat asal dengan pengawasan ketat. Bus itu tepergok hendak menyeberang ke pulau Jawa oleh petugas pos check point pengamanan […]