Kisah Getafe Kecewa Gagal Pakai Tenaga Messi

Farah

Kisah Getafe Kecewa Gagal Pakai Tenaga Messi

Jakarta, Indonesia — Getafe punya kesempatan untuk meminjam Lionel Messi namun hal itu akhirnya buyar karena Frank Rijkaard tidak menyetujui proses tersebut.

Messi sudah memikat Barcelona sejak ia masih anak-anak. Meski menunjukkan perkembangan luar biasa di akademi, Messi tidak lantas langsung bisa menembus tim utama Barcelona.

Pada periode awal, Barcelona sempat punya niat untuk meminjamkan Messi ke Getafe demi menambah jam terbang striker asal Argentina tersebut.

“Pada tahun pertama atau kedua, kami telah mencapai kesepakatan untuk meminjam Messi ke Getafe. Namun pada akhirnya, Rijkaard tidak menerima hal itu dan membuat kami kecewa,” kata Presiden Getafe, Angel Torres pada Marca, dikutip dari Standard.

Barcelona's Lionel Messi celebrates after scoring his side's opening goal during a Spanish La Liga soccer match between Barcelona and Eibar at the Camp Nou stadium in Barcelona, Spain, Saturday Feb. 22, 2020. (AP Photo/Joan Monfort)Frank Rijkaard tak menyetujui opsi peminjaman Lionel Messi. (AP Photo/Joan Monfort)

Bukan hanya Messi, Getafe ternyata juga nyaris mendapatkan Pep Guardiola sebagai pelatih. Skema yang ada saat itu adalah Barcelona menarik Michael Laudrup dari Getafe dan memberikan Guardiola yang masih minim pengalaman sebagai pelatih sebagai pengganti.

“Saya dan Txiki Begiristain punya ide dan kesimpulan bahwa Laudrup bakal jadi pelatih Barcelona dan kami akan memiliki Guardiola sebagai pengganti.”

“Hal itu terjadi lantaran Laporta tidak terlalu yakin pada penunjukan Pep pada awalnya,” ujar Torres.

Messi akhirnya punya kenangan bersama Getafe meski ia tidak pernah berkostum Getafe. Hal itu terjadi di tahun 2006 ketika Messi mencetak gol yang menyerupai gol legendaris milik Diego Maradona.

Messi berlari dari tengah lapangan, melewati sejumlah pemain termasuk kiper dan akhirnya mencetak gol ke gawang yang sudah kosong.

GIF Banner Promo Testimoni

Lihat juga:

Pasang Boneka Seks Sebagai Penonton, FC Seoul Didenda Rp1,2 M

Guardiola dan Messi menjelma jadi kunci sukses Barcelona di akhir era 2000-an dan awal 2010-an. Guardiola mampu menampilkan wajah baru Barcelona lewat taktik tiki-taka sedangkan Messi terus menunjukkan kemampuan sebagai mesin gol terbaik yang pernah dimiliki oleh Blaugrana. (ptr)

[Gambas:Video ]

Next Post

Lokasi Syuting di California Dibuka Bertahap Imbas Corona

Jakarta, Indonesia — California, Amerika Serikat (AS) berencana kembali membuka industri hiburan dengan memperbolehkan syuting mulai pekan depan. Aktivitas industri perfilman di wilayah tersebut ditutup sejak pertengahan Maret imbas pandemi corona (Covid-19) Kabar baik ini disampaikan pemerintah setempat pada Rabu (21/5) waktu setempat. Praktis industri perfilman AS diprediksi akan kembali bergairah […]