Kemenkeu Bakal Asuransikan 10 Gedung Pemerintah Tahun Ini

Farah

Jakarta, Indonesia — Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKNKementerian Keuangan (Kemenkeu) berencana untuk mengasuransikan 10 gedung kementerian dan lembaga (K/L) pada tahun ini. Asuransi tersebut dilakukan sebagai tindak pengamanan untuk gedung pemerintah yang berada di wilayah rentan bencana alam.

Direktur Barang Milik Negara Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan Encep Sudarwan menyebut 8 K/L diantaranya sudah mengajukan asuransi tersebut.

“Ada 8 K/L yang siap dan telah mengajukan asuransi gedung,” kata Encep di Kantor DJKN, Jakarta, Jumat (14/2).




Ia kemudian merincikan 8 K/L yang telah mengajukan asuransi, yakni Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas), Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Lembaga lainnya adalah Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Televisi Republik Indonesia (TVRI), dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Ia menjelaskan bahwa kini DJKN masih menunggu sisa K/L yang akan mengajukan asuransi gedungnya.

“Kami masih menunggu dua lagi jadi nanti ada kabar. Sekarang lagi ditanya satu-satu dipanggilkan,” ungkapnya.

Saat ini, ia menyebut pihaknya masih mengkaji dan menghitung total nilai aset yang dimiliki oleh 8 K/L tersebut untuk menentukan nilai premi asuransi. Nantinya, lanjut Encep, asuransi BMN akan dikelola oleh satu konsorsium asuransi atas nama BMN.

[Gambas:Video ]

“Jadi, K/L tidak menggunakan perusahaan asuransi yang berbeda-beda. Hanya satu polis asuransi BMN yang akan dikeluarkan konsorsium asuransi BMN,” ujarnya.

Namun, ia menjelaskan bahwa pihak Kementerian Keuangan berencana untuk menambah jumlah gedung K/L yang akan diasuransikan. Pasalnya, pihaknya beranggapan akan lebih baik jumlah tersebut dapat ditingkatkan semaksimal mungkin.

“Bisa saja lebih dari 10 karena Bu Sri Mulyani justru lebih senang kalau lebih banyak. Ini berkaitan dengan kami harus mengamankan BMN karena bencananya kita banyak,” pungkasnya.

Lihat juga:

DJKN Ingin Aset Negara di DKI Jadi Tempat Wisata Kelas Dunia

(ara/sfr)

Next Post

Observasi di Natuna Selesai, 9 Orang akan Pulang ke Jabar

Bandung, Indonesia — Masa observasi ratusan warga negara Indonesia (WNI) di Natuna, Kepulauan Riau, terkait virus corona atau Covid-19 akan segera berakhir Sabtu (15/2). Pemerintah Jawa Barat bersiap menyambut kepulangan sembilan warganya (sebelumnya ditulis 13 orang) dari Natuna, besok. Seperti diketahui, kesembilan warga Jabar dari Wuhan, China tersebut dikarantina sebagai antisipasi […]