Kejati NTT Tangkap Buronan Perkara TKI Yufrinda Selan di Semarang

Irene

Kejati NTT Tangkap Buronan Perkara TKI Yufrinda Selan di Semarang

Tim Intel Kejaksaan Tinggi NTT berhasil menangkap terpidana perkara Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), yang masuk dalam daftar pancarian orang (DPO) Kejaksaan Negeri Kota Kupang.

Terpidana bernama Yusak Sabekti Gunanto itu ditangkap di Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (24/6).

“Sejak saya masuk di sini, saya evaluasi berapa banyak DPO atau buronan yang ada di wilayah kejaksaan NTT ini, yang belum bisa dilakukan penangkapan. Sehingga saya buat tangkap buronan adalah salah satu program unggulan di wilayah NTT,” kata Kepala Kejaksaan Tinggi NTT, Yulianto, Jumat (26/6).

Yusak ditangkap karena kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) atas nama Yufrinda Selan. Terpidana dijatuhi hukuman penjara 7 tahun, denda 120 juta, subsider 3 bulan kurungan.

Selain itu terpidana juga dihukum untuk membayar retribusi kepada ahli waris Yufrinda Selan, saksi Megana Farida Bureni dan saksi Ani Mariani, sebesar 3 juta.

“Sebagai kasus menonjol di Kejaksaan Negeri Kota Kupang, kemudian As Intel berkoordinasi dengan kepala kejaksaan negeri Kota Kupang dan Alhamdulillah berkat kerja keras tim, telah melakukan penangkapan atas buron atau DPO kita atas nama terpidana Yusak Sabekti Gunanto, tindak pidana perdagangan orang,” ujarnya.

Masih menurut Yulianto, tim berangkat dari Selasa dan telah mendeteksi keberadaan dari terpidana. Lantaran tim intelijen bekerja sama dengan intelijen kejaksaan negeri Semarang.

“Jadi kami sudah marking posisi para buronan kami, alhamdulillah kita berhasil menangkap yang bersangkutan dan setelah dilakukan rapid tes, langsung kita terbangkan kesini,” tambahnya.

Yulianto menghimbau kepada seluruh buronan Kejaksaan, agar menyerahkan diri secara baik lantaran pihaknya akan terus mengejar dan mendeteksi, keberadaan mereka. [ded]

Next Post

Dinsos DKI sebut Warga Rentan Alami Stres saat Pandemi Covid-19

Dampak pandemi Covid-19 tidak hanya berakibat pada ekonomi, namun kesehatan masyarakat secara psikis atau mental juga bisa terganggu akibat perubahan sosial dan tekanan sosial yang terjadi. Sikapi hal itu, Pemprov DKI melalui Dinas Sosial (Dinsos) mengingatkan bahwa ada bantuan berupa psikososial untuk warga-warga yang mengalami tekanan kesehatan pada psikis atau […]