Tren Baru di Tengah Pandemi, Masyarakat Pesan Hotel untuk Berbulan-bulan

Irene

Tren Baru di Tengah Pandemi, Masyarakat Pesan Hotel untuk Berbulan-bulan

Perusahaan penyewa penginapan rumah dan hotel asal Amerika Serikat, Airbnb mengalami lonjakan pesanan selama pandemi Covid-19. Pada Juni 2020, permintaan hotel rekanan Airbnb kembali melonjak atau lebih tinggi dari 2019.

“Ada tren yang benar-benar baru. Orang-orang memesan selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan,” kata CEO Airbnb, Brian Chesky,Kamis (4/9).

Dilansir dari CNN, Chesky mengatakan bahwa sebagian besar pemesanan berasal dari orang-orang yang ingin menghilangkan kebosanan karantina saat pandemi.

Masyarakat melihat Airbnb sebagai alternatif mereka yang ingin keluar rumah. Ledakan bisnis telah mendorong Airbnb untuk terus merencanakan debutnya di pasar saham akhir tahun ini, meskipun volatilitas pasar sedang berlangsung.

“Kami mulai tahun ini kami berencana untuk go public, dan pandemi melanda dan tampaknya tidak terbayangkan bahwa perusahaan ini akan go public. Tapi apa yang akan saya katakan adalah bahwa bisnis ini jauh lebih tangguh daripada yang saya kira yang bahkan kita berikan pada diri kita sendiri,” kata Chesky.

Sebelumnya, Mei lalu perusahaan melakukan PHK 1.900 pekerjanya. Perusahaan juga mengalami sejumlah persaingan.

Seperti startup yang sedang berkembang lainnya, Airbnb telah menghadapi sejumlah persaingan peraturan dan perhatian negatif untuk masalah terkait keselamatan.

Reporter Magang : Brigitta Belia [idr]

Next Post

Selama Sepekan, Positivity Rate DKI Jakarta Capai 13,1 Persen

Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 842 orang pada Sabtu (5/9) kemarin. Sehingga jumlah kumulatif kasus positif Covid-19 di DKI Jakarta tercatat 45.446 orang. “Dari jumlah tersebut, 33.991 orang dinyatakan telah sembuh dengan tingkat kesembuhan 74,6 persen,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan […]