Testing Covid-19 Antardaerah Masih Mengalami Ketimpangan

Irene

Testing Covid-19 Antardaerah Masih Mengalami Ketimpangan

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, mengatakan testing Covid-19 antardaerah di Indonesia masih mengalami ketimpangan. Bahkan, testing Covid-19 di sejumlah daerah masih jauh di bawah standar organisasi kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO).

“Jadi ketimpangan dalam testing (Covid-19) per daerah, ini disebabkan karena ada perbedaan kemampuan sumber daya yang dimiliki tiap daerah tersebut,” jelas Wiku, Rabu (9/9).

Guna meningkatkan kapasitas testing Covid-19, Wiku meminta pemerintah daerah (Pemda) segera menjalin kerja sama dengan laboratorium-laboratorium swasta di wilayahnya masing-masing. Terutama, Pemda pada kota-kota besar yang menjadi poros aktivitas sosial ekonomi.

Wiku menyebut, dalam sepekan terakhir ada sejumlah daerah yang telah melakukan testing Covid-19 melampaui target WHO. Target WHO, jumlah orang yang dites Covid-19 dalam seminggu adalah 1.000 per 1 juta penduduk.

Daerah tersebut di antaranya DKI Jakarta telah mencapai angka 3.084 orang yang diperiksa. Provinsi lainnya, Kalimantan Timur mencapai 2.157 orang, DI Yogyakarta mencapai 1.198 orang, Sulawesi Utara ada 1.197 orang dan Kalimantan Selatan ada 1.128 orang.

Sementara itu, beberapa provinsi yang memiliki pasien Covid-19 dalam jumlah cukup besar masih belum mencapai target testing WHO. Seperti Jawa Tengah 411 orang, Jawa Barat 301 dan Jawa Timur 480 orang.

“Tentunya daerah-daerah lain harus segera mengikuti pencapaian beberapa provinsi yang sudah berhasil tersebut. Para pimpinan daerah juga dapat segera meningkatkan itu dengan bantuan satgas di pusat,” ujarnya. [lia]

Next Post

CEK FAKTA: Disinformasi Semua Warga RI Dikenakan Pajak karena NPWP dan NIK Digabung

Informasi penggabungan NPWP dan NIK beredar di media sosial Facebook. Informasi itu juga menyebutkan bahwa seluruh penduduk Indonesia akan dikenakan pajak. Disertakan pula sejumlah kartu yang disebut-sebut sebagai Kartu Pra Kerja dan Kartu Sembako Murah. Kominfo Penelusuran Menurut penelusuran informasi tersebut adalah disinformasi. Dalam artikel Kompas berjudul “NIK dan NPWP […]