Sukses dengan Bisnis Jasa Webinar di Tengah Pandemi

Irene

Sukses dengan Bisnis Jasa Webinar di Tengah Pandemi

Situasi pandemi sangat memberikan dampak pada seluruh lapisan masyarakat. Tak hanya kalangan pengusaha besar, masyarakat kecil pelaku UMKM juga turut merasakannya.

Mereka yang memiliki usaha dan upaya menciptakan peluang usaha baru setidaknya bisa tetap bertahan di tengah kondisi ekonomi tidak menentu. Seperti yang dilakukan Fani.

Sebelumnya, Fani memiliki usaha penyewaan peralatan pembuatan foto dan video. Tetapi gara-gara pandemi dan larangan membuat acara berpotensi menimbulkan kerumunan, Fani terpaksa putar otak agar roda perekonomian bisnisnya tetap berputar meski tak terlalu kencang. Tak disangka, justru berkembang.

“Setelah pandemi gini, kemarin barusan kita hitung jadi naik persentase. Jadi yang dulu pendapatan kita 10 persen dari jasa foto video sekarang kita dapat 30-40 persen murni dari jasa foto dan video. Bedanya, sekarang jasa foto dan videonya lebih ke live streaming webinar gitu,” ujar Fani saat diwawancarai pada Rabu (9/9).

Fani sudah memiliki usaha itu sejak 2012 lalu di Yogyakarta. Di awal Indonesia diterpa pandemi, dirinya sangat kesulitan menjalankan bisnisnya karena berkaitan erat bidang wisata.

Karena biasanya orang-orang meminjam kamera untuk liburan dan membuat video ketika berwisata. Meski demikian, Fani menyadari bahwa ia harus segera beradaptasi dengan kondisi di tengah pandemi ini.

“Pandemi itu kan sekitar bulan Maret ya, selisih sekitar seminggu banyak event yang off, jadi event seminar wisata di Jogja sempat off di Maret. Nah, order jadi hilang. Akhirnya kita sekitar bulan April, kita mulai nyoba untuk buat iklan. Iklan untuk menawarkan jasa virtual event dan webinar, live streaming,” jelas dia.

Fani dan timnya sudah menangani berbagai macam acara yang berbasis daring seperti pengajian online, wisuda online, launching product, hingga ospek online. Tetapi ada beberapa yang dibutuhkan kehadiran timnya di lokasi untuk melakukan pemantauan.

“Jadi misalnya jasa zoom, itu kita remote. Jadi orang yang punya acara di Medan, di Makassar, di Denpasar, kita bener-bener full ngawasinya dari Yogya. Tapi ada juga yang kita hadir di lokasi. Misal kemarin ada launching product gitu kita hadir ke lokasi klien. Ada tim, ada kameramennya, ada operator live streamingnya, ada hostnya, ada asistennya, jadi kita online di lokasi. Jadi itu sebenarnya jasa video shooting cuma ditambah ada variabel peralatan livenya. Jadi ada komputernya, ada internetnya, kemudian ada yang menyiapkan grafis biar tampil di layar,” katanya.

Melihat pasar bisnis tersebut cukup menggiurkan, Fani menggeser pola kerja karyawan yang awalnya bekerja di bidang rental menjadi bekerja di bidang jasa foto dan video streaming. Ini juga dipengaruhi kebutuhan pada proses live streaming yang memerlukan lebih banyak kru dari yang awalnya satu orang saja cukup jadi membutuhkan 4-6 orang per proyek.

“Kalau dulu sebelum pandemi yang ngurus unit foto video cuma dua orang. Sekarang pascapandemi ini kita sekarang hampir sekitar 8 orang. Jadi unit rental yang sepi, kru rentalan itulah yang kemudian kita berdayakan. Ketimbang dirumahkan, kita berdayakan untuk menghandle order-order di jasa foto video, tepatnya di live streaming,” katanya.

Meski demikian, diakuinya bisnis ini juga memiliki kendala terutama saat live streaming karena peralatan yang digunakan alat-alat portable sehingga tak jarang mengalami kerusakan saat ketika dibawa ke lokasi live streaming. Kendala lainnya terkait jaringan internet.

Tetapi apapun kondisinya, Fani tetap bersyukur karena permintaan terhadap jasa usahanya makin banyak. Bahkan dia terpaksa menolak tawaran karena keterbatasan kru.

Untuk harga yang ditawarkan sendiri tergantung pada kebutuhan yang diperlukan klien.

“Kalau event virtual kalau cuma sewa zoom itu mulai Rp 50.000,00 per acara sekitar 3 jam. Tapi itukan statusnya remote, kita kendalikan dari kantor. Kalau misalnya kita sampai harus ke lokasi, peralatan, instalasi di lokasi, itu mulai kisaran Rp2,4 (juta),” katanya.

Fani sangat bersyukur bisnisnya berjalan lancar meski dalam situasi pandemi. Menurutnya, kunci utama menjalankan bisnis saat ini adalah mampu beradaptasi dengan keadaan.

“Kuncinya beradaptasi. Nah kami Alhamdulillah menemukan cluenya, pasar live streaming webinar ini kita bisa meroket luar biasa ini. Jadi semua produk rental kita geser ke peralatan pendukung webinar,” jelas Fani.

“Jadi, bagi pengusaha-pengusaha lain yang sampai hari ini masih terpuruk dan masih kena imbas Covid, saya pikir yang paling pertama kan menanamkan keyakinan bahwa pasti ketemu solusinya, pasti ketemu jalan keluarnya lah. Jadi Insya Allah cepat atau lambat ketemu dan bisa meroket,” tutup Fani.

Reporter magang: Maria Brigitta Jennifer [lia]

Next Post

Wapres Ma'ruf Amin: Jakob Oetama Teladan Dalam Dunia Jurnalisme Indonesia

Jakob Oetama, pendiri Kompas Gramedia Group tutup usia pada Rabu (9/9) siang kemarin di Jakarta. Wakil Presiden, Ma'ruf Amin, ikut berbelasungkawa atas berpulangnya tokoh pers nasional itu. “Beliau teladan dalam dunia jurnalisme Indonesia. Sebagai seorang jurnalis dan pendiri perusahaan media ternama, beliau telah menunjukkan ketekunan dan kerja keras,” kata Ma'ruf […]