Siswa Punya Penyakit Komurbid dan Gejala Covid-19 Tak Boleh Masuk Sekolah

Irene

Siswa Punya Penyakit Komurbid dan Gejala Covid-19 Tak Boleh Masuk Sekolah

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengatakan sekolah yang berada di zona kuning dan hijau dapat melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah. Meski begitu, dia mengingatkan siswa ataupun pendidik yang memiliki penyakit komurbid atau penyerta dan memiliki gejala Covid-19 tidak boleh masuk ke sekolah.

“Ini ada ketetapan bahwa semua yang punya mengidap komorbid tidak diperkenankan untuk kembali ke sekolah. Bagi yang memiliki gejala Covid-19 peserta didik maupun pendidik tidak boleh masuk sekolah,” jelas Nadiem saat video conference, Jumat (7/8).

Nadiem menegaskan bahwa kebijakan pembelajaran tatap muka di zona kuning dan hijau tidak bersifat wajib. Menurut dia, hal itu hak prerogatif masing-masing sekolah dan orangtua murid.

“Kata kuncinya memperbolehkan bukan memaksakan pembelajaran tatap muka dengan mengikuti protokol kesehatan yang ketat,” ucapnya.

Sejumlah protokol kesehatan yang harus diterapkan apabila melakukan pembelajaran tatap muka antara lain kapasitas dalam satu kelas dibatasi maksimal 50 persen dari total peserta didik. Jika kapasitas kelas penuh, maka harus memberlakukan sistem shifting dan rotasi.

“Sekolah dan pemda harus sudah siap untuk membuka sekolah, kapasitas itu harus dilakukan mau tidak mau dengan cara shifting dan kapasitas diturunkan secara dramatis untuk SD SMP dan SMA itu 50 persen,” jelas Nadiem.

Selain itu, baik peserta didik dan pendidik yang berada di lingkungan sekolah juha harus selalu menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak aman, serta tidak melakukan kontak. Nadiem juga menekankan aktivitas yang memicu kerumunan di sekolah tidak diperbolehkan si masa pandemi Covid-19.

“Semua aktivitas misalnya berkelompok, melakukan kegiatan olahraga dan ekstrakurikuler dan berbagai macam kegiatan lainnya tidak diperkenankan pada saat ini. Walaupun melakukan pembelajaran tatap muka tetapi tidak ada aktivitas sosialisasi perkumpulan tidak diperkenankan dalam sekolah,” tutur Nadiem.

Reporter: Lizsa Egeham
Sumber: Liputan6.com [eko]

Next Post

Panglima Minta TNI Jadi Contoh Disiplin Protokol Kesehatan

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menegaskan pandemi Covid-19 harus ditangani secara luar biasa karena penyebarannya juga luar biasa. Hadi Tjahjanto menyampaikan hal itu saat memimpin rapat dengan jajaran TNI yang membahas Evaluasi Pendisiplinan Protokol Kesehatan dan Tindak Lanjut Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2020, bertempat di Mabes TNI, Cilangkap, […]