Sempat Tutup karena Ada yang Terpapar Covid-19, PN Denpasar Kembali Dibuka

Irene

Sempat Tutup karena Ada yang Terpapar Covid-19, PN Denpasar Kembali Dibuka

Pengadilan Negeri Denpasar kembali dibuka setelah sebelumnya sempat ditutup karena 8 orang terkonfirmasi positif Covid-19. Tetapi, pembukaan ini disertai dengan protokol kesehatan yang ketat untuk setiap pegawai maupun pengunjung.

“Sudah (dibuka) hari ini, tadi pagi jam 8. Jadi kita sudah lockdown dua minggu. Teman-teman kantor yang terpapar Covid-19 maupun yang (kontak) bisa isolasi dua minggu untuk mengkarantina diri sendiri di rumah, tidak berinteraksi di perkantoran,” kata Kepala PN Denpasar Soebandi saat dihubungi, Rabu (2/9) sore.

Agar virus tak kembali menyebar, PN Denpasar terus melakukan pembersihan dengan melakukan penyemprotan disinfektan secara rutin. Sebagian pegawai juga dari rumah.

“Kantor juga terus dibersihkan dengan disinfektan. Sehingga, kita berharap dua pekan itu virus-virus sudah hilang di lingkungan perkantoran,” ujarnya.

“Selain itu pekerja sidang atau hakim bergilir masukannya ke kantor. Sekarang ada yang bekerja tapi dari rumah tapi sebagian dan ada yang masuk kantor sidang berjalan kembali,” jelasnya.

Selanjutnya, pengunjung juga dibatasi hanya 90 orang.

“Kita akan perketat kembali protokol kesehatan menggunakan masker dan cuci tangan wajib banget sekarang ceks suhu,” ungkapnya.

Diharapkan masyarakat maupun pegawai memahami aturan ini dan menerapkan protokol kesehatan.

“Harapannya, masyarakat taat kepada protokol kesehatan yang diterapkan di pengadilan. Mengertilah, kondisi sekarang dalam situasi wabah itu semua harus taat kepada protokol kesehatan,” ujar Soebandi.

Seperti yang diberitakan, 8 orang di lingkungan Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Bali positif corona berdasarkan swab test. Kedelapan pasien terdiri dari hakim, staf, panitera pengganti hingga juru sita.

Kemudian, Pengadilan Negeri Denpasar melakukan lock down selama dua Minggu agar tidak ada orang di lingkungan PN Denpasar terpapar Covid-19 kembali, pada Selasa (18/8) lalu. [lia]

Next Post

Gus Mus: Jangan Lepas Tangan Perangi Covid-19, Nanti Sia-sia Pengorbanan Dokter

Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus menyampaikan rasa dukanya terhadap gugurnya ratusan dokter dan tenaga medis dalam memerangi pandemi Covid-19. “Innalilahi wa inna ilaihi rajiun, semoga Allah Tuhan Yang Maha Esa menerima arwah mereka dan menempatkan di tempat yang layak,” doa Gus Mus […]