Selain Modal, Pelaku UMKM Juga Terkendala Kuota Internet

Irene

Selain Modal, Pelaku UMKM Juga Terkendala Kuota Internet

Pandemi Covid-19 yang belum juga usai, membuat sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM) sulit untuk bangkit dan berkembang. Selain permodalan, para pelaku UMKM juga terkendala kuota internet.

Di saat era new normal, hampir seluruh aktivitas promosi, jual-beli, hingga transaksi produk beralih ke sistem online. Minimnya kuota internet yang dimiliki pelaku UMKM sedikit banyak menghambat aktivitas tersebut.

Ketua Komunitas UMKM Solo Juminten, Indrias Senthir berharap pemerintah memberikan perhatian kepada pelaku UMKM, terkait kesulitan tersebut.

“Siapa tahu ada bantuan pemerintah yang berwujud kuota internet untuk UMKM. Saya yakin, pasti akan sangat bermanfaat,” ujar

Indrias, saat ditemui disela pameran produk UMKM di Balekambang, Solo, Senin (24/8).

“Kami sangat memerlukan kuota internet ini untuk menjalankan usaha. Sering kejadian, pas lagi transaksi, koneksinya lelet, ternyata kuotanya habis. Inilah yang kadang menjadi kendala kami. Apalagi semua kegiatan sekarang pakai kuota internet,” keluhnya.

Saat ini, lanjut Indrias, beberapa UMKM mengaku sulit memasarkan produknya. Sehingga, imbasnya produk yang dibuat kurang familiar di mata konsumen. Untuk menguatkan promosi, para UMKM perlu kuota internet. Sehingga para pelaku UMKM berharap pemerintah memberikan stimulus berupa kuota internet.

“Anak sekolah saat ini juga pakai kuota internet. Sehingga para pelaku UMKM harus berbagi kuota dengan anaknya. Ini benar-benar jadi kendala kalau semuanya beralih pakai online,” katanya.

Kendati demikian, Indrias dan para UMKM mengaku sangat terbantu dengan berbagai stimulus yang diberikan pemerintah. Beberapa bantuan yang sudah diterima antara lain, berupa bahan baku untuk UMKM kuliner. Usai menerima bantuan tersebut, diakuinya ada peningkatan omzet.

“Berkat stimulus itu tiba-tiba banyak pesanan yang datang. Kami sampai harus merekrut tenaga kerja baru. Memang stimulus permodalan berupa tunai maupun nontunai sangat membantu kami. Awalnya pesanan hanya 50 atau kurang dari 100 pack. Sekarang bisa mencapai lebih dari 100 pack sehari,” katanya.

Sementara itu untuk bertahan di masa pandemi ini, berbagai strategi dilakukan para pelaku UMKM. Ada banyak UMKM yang terpaksa banting setir. Misalnya dari bidang fashion beralih ke kuliner dan lainnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Solo, Hasta Gunawan mengklaim siap menjadi partner para UMKM dalam pengembangan ekonomi kreatif di Kota Bengawan.

“Kami berharap para UMKM terus berinovasi kreatif dalam membuat produk. Terlebih di masa pandemi ini. Agar semakin banyak masyarakat yang mencintai produk lokal,” pungkas Hasta. [eko]

Next Post

Kepanasan, Warga Palestina Tidur di Luar Rumah Akibat Listrik Padam

Kepanasan, Warga Palestina Tidur di Luar Rumah Akibat Listrik Padam. Akibat pemadaman tersebut, warga Gaza terpaksa bermalam di luar rumah karena kepanasan. Kondisi ini terjadi setelah satu-satunya pembangkit listrik Gaza ditutup di tengah ketegangan dengan Israel. Warga Palestina menggunakan senter sebagai penerang saat beristirahat di luar rumah selama pemadaman listrik […]