Sekelompok Pemuda Cabut Sejumlah Bendera Merah Putih di Garut, Polisi Selidiki

Irene

Sekelompok Pemuda Cabut Sejumlah Bendera Merah Putih di Garut, Polisi Selidiki

Sebuah video rekaman CCTV dengan durasi 23 detik, saat ini tengah beredar di aplikasi perpesanan dan media sosial. Video sendiri berisikan aksi beberapa orang yang tidak dikenal (OTK) yang tengah mencabut paksa bendera merah putih yang ada di pinggir jalan.

Berdasarkan penelusuran, aksi pencabutan bendera itu terjadi di jalanan wilayah Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut. Bendera yang terekam sedang dicabut paksa dari tiangnya itu diketahui milik H Sobari (65) yang ia pasang selama momen peringatan hari kemerdekaan Indonesia.

Dalam video, diketahui bahwa aksi tersebut dilakukan sejumlah OTK pada Kamis 20 Agustus 2020, pukul 03.37. Jumlah bendera yang dicabuti sendiri rupanya lebih dari tiga, tidak hanya milik H Sobari saja. Aksi salah satu OTK yang tengah memasukan bendera ke dalam tas pun sempat terkam CCTV.

Video tersebut, di salah satu akun media sosial instagram dilihat ribuan kali oleh netizen. Sejumlah netizen pun mengutuk aksi tersebut, namun ada juga yang berbaik sangka dengan menyebut bahwa OTK itu tidak memiliki bendera sehingga mencabutnya untuk dipasang di rumahnya.

Kapolsek Wanaraja, Kompol Liman Heriawan membenarkan adanya aksi pencabutan bendera di wilayahnya oleh sejumlah orang tidak dikenal. “Memang betul ada kejadian tersebut di wilayah kami. Saat ini kami sedang melakukan penelusuran terkait aksi yang mereka lakukan,” ujarnya, Sabtu (22/8).

Liman menyebut bahwa jumlah bendera yang dicabuti memang lebih dari satu bendera. Bendera-bendera yang dicabuti oleh mereka adalah yang ada di sekitar jalanan wilayah Kecamatan Wanaraja.

Hingga saat ini pihaknya masih mencari para pelaku pencabutan bendera di wilayahnya dengan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.

“Jadi kita belum mengetahui motifnya, apakah iseng atau seperti apa. Kita masih mendalami dan mencari para pelaku,” sebutnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Erdi A. Chaniago mengimbau masyarakat agar tetap tenang dengan kejadian tersebut. Ia memastikan bahwa kasus ini tengah ditangani dan didalami oleh Polres Garut dibantu Reskrim Polda Jabar.

“Kita sedang melakukan penyelidikan bersama antara Polda dengan polres jadi mohon waktunya kita sedang melakukan penyelidikan. Terutama untuk masyarakat tetap tenang bahwa ini sudah ditangani serius karena ini merupakan perhatian yang sangat serius dari kami Polda Jabar maupun Polres Garut,” ucap dia.

Erdi juga menyebut bahwa pihaknya belum mengetahui motif dari pelaku. “Ibarat kata imbauan lah untuk yang merasa ada kejadian itu, yang bersangkutan mengambil paksa bendera itu agar segera melaporkan klarifikasi ke Polres setempat guna kepentingan kita untuk melihat alasannya kenapa yang bersangkutan menarik bendera tersebut,” sebutnya.

Saat ini sendiri, untuk proses penyelidikan pihak kepolisian sudah mengamankan rekaman CCTV dan memeriksa keterangan dari para saksi.

“Kita masih menunggu dari penyidik, yang jelas sekarang sedang dilakukan pendalaman dan ini kejadiannya juga baru jadi kita belum mengklarifikasi berapa saksi, nanti tunggu saja lah,” tutupnya. [gil]

Next Post

Kasus Peretasan Situs Berita Tempo Harus Ditindak Secara Hukum

Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nasihin Masha mengungkapkan bahwa peretasan situs berita Tempo merupakan bentuk tindak pidana. Menurutnya, aparat harus menyelidiki kasus ini. Harus segera ditemukan siapa dalang di balik peretasan situs Tempo. Nasihin juga menyarankan Tempo untuk melaporkan kasus ini ke pihak yang berwenang. “Peretasan ini sudah masuk […]