Sejumlah Pegawai Positif Corona, KPK Terapkan WFH Selama 3 Hari

Irene

Sejumlah Pegawai Positif Corona, KPK Terapkan WFH Selama 3 Hari

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menerapkan sistem work form home (WFH) atau bekerja dari rumah selama tiga hari kerja. Terhitung dari Senin 31 Agustus hingga Rabu 2 September 2020. Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan, hal itu untuk mencegah penyebaran sekaligus mensterilkan seluruh ruangan di gedung KPK dari virus corona.

“Keputusan ini diambil dalam rapat pimpinan bersama jajaran eselon I dan II KPK setelah Jumat 28 Agustus kemarin, jumlah pegawai yang positif Covid-19 bertambah menjadi 23 orang dan 1 orang tahanan KPK juga terpapar virus tersebut,” kata Firli, Minggu (29/8).

Firli menambahkan, pemeriksaan atau test Covid-19 di internal KPK sudah sering dilakukan. Di mana bagi pegawai yang hasil tesnya reaktif corona segera diisolasi mandiri, dan dilanjutkan tes swab lalu perawatan.

“Pada awal pandemi mewabah di Indonesia, KPK telah melakukan upaya pencegahan dengan menerapkan protokol kesehatan, pemeriksaan dengan rapid test dan mengatur pembatasan waktu kerja (WFH) dengan pembagian 50-50,” ujar Firli.

Selanjutnya, KPK menggelar rapid test gelombang kedua, bekerja sama dengan Balai Besar Kesehatan Jakarta. Untuk lebih memastikan kesehatan pegawai, KPK melakukan dua kali swab test dengan kerja sama tim Kemenkes dan RSPAD.

“Pertama terhadap 79 pegawai lantai 15 dan ini dilakukan setelah terkonfirmasi 2 pegawai positif Covid-19 satu dari Sespripim dan 1 dari KKSP. Adapun hasil dari 79 pegawai yang diperiksa swab, semuanya negatif,” ucapnya.

Selanjutnya, swab test tanggal 27 agustus 2020 terhadap 147 pegawai Direktorat Penyidikan di lantai 9 dan 47 pegawai biro umum dengan hasil 10 positif. Empat dari Direktorat Penyidikan dan enam orang dari Biro Umum .

“Ini perlu saya sampaikan bahwa KPK telah bekerja untuk mengantisipasi sekaligus melindungi seluruh pegawai dari virus corona sejak awal pandemi dan hingga saat ini,” ucapnya.

Firli memastikan bahwa tugas dan kewajiban KPK sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang sebagai ujung tombak pemberantasan korupsi di Indonesia tetap berjalan, tidak akan berhenti hanya karena pandemi ini.

“Kami pimpinan dan sejumlah pegawai khususnya dari Kedeputian Penindakan, akan tetap bekerja di kantor karena ada sejumlah pekerjaan yang memang tidak bisa dilakukan dari rumah,” kata Firli.

Firli menambahkan, pegawai KPK yang bertugas di penindakan termasuk penyelidikan, penyidikan, penuntutan, eksekusi, saat ini tetap bekerja walau harus menghadapi risiko Covid-19.

“Mereka tetap melakukan kegiatan di beberapa daerah provinsi, mencari dan menemukan peristiwa korupsi, meminta keterangan para saksi dan melakukan penggeledahan untuk mencari serta mengumpulkan barang bukti,” pungkasnya. [cob]

Next Post

Cerita Pemkot Bengkulu Atasi Sampah di Drainase dengan Program Tebar 1 Juta Ikan Lele

Pemkot Bengkulu melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Bengkulu memiliki program unik. Yakni menebar 1 juta benih ikan lele di 43 titik drainase yang ada di Kota Bengkulu. Mengawali program tebar benih ikan lele ini, Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan melepas 6000 benih ikan lele di setiap drainase. Bahkan Wali […]