Petugas Transportasi Umum Bisa Tolak Penumpang yang Tak Gunakan Masker

Irene

Petugas Transportasi Umum Bisa Tolak Penumpang yang Tak Gunakan Masker

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, ketersediaan transportasi umum menjadi perhatian khusus saat penerapan sanksi pelanggar ganjil genap resmi diberlakukan.

“Tentu jadi perhatian kami saat diterapkan sanksi, pertama adalah aspek ketersediaan layanan angkutan umum,” ujar Syafrin kepada awak media di kawasan FX Jakarta, Jumat (7/8/2020).

Dia menambahkan, jika Senin besok memang terjadi lonjakan akibat banyak masyarakat yang beralih ke transportasi umum, maka pihak Dishub DKI tetap mengedepankan prinsip mengedepankan protokol kesehatan.

“Kita minta kapasitas halte dan stasiun disesuaikan kapasitas physical distancing sehingga tak terjadi penumpukan di stasiun atau halte TJ. Antrea di luar dan ini sudah dikoordinasikan dengan seluruh operator angkutan,” jelas Syafrin.

Syafrin menegaskan, kepada masyarakat pengguna angkutan umum wajib menggunakan masker, jika tidak mereka akan ditolak dilayani.

“'MRT, TJ, LRT, dan KRL wajib bermasker, kemudian dilarang berbicara, dilarang makan minum, dilarang menerima (panggilan) hape. Upaya ini untuk rasa aman warga sehingga sehat dalam angkutam umum dipenuhi secara baik,” Syafrin menandasi.

Sumber: Liputan6.com

Reporter: Radityo [ded]

Next Post

Per 7 Agustus, 1.329 Pasien Covid-19 Dirawat di RSD Wisma Atlet

Pasien rawat inap di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat, mengalami pengurangan. Pasien rawat inap diketahui berkurang 7 orang, dari semula 1.336 orang menjadi 1.329 pasien. “Perkembangan jumlah pasien rawat inap di RSD Wisma Atlet pada Jumat 7 Agustus 2020, hingga pukul 08.00 WIB, rawat inap berkurang […]