Peran Penting Pendamping Sosial KUBE, Bantu Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Irene

Peran Penting Pendamping Sosial KUBE, Bantu Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Direktorat Jenderal Penanganan Fakir Miskin Kementerian Sosial menggelar kegiatan 'Penguatan Kapasitas Pendamping KUBE Angkatan Tahun 2020'. Kegiatan tersebut dilaksanakan di eL Hotel Royale Bandung, Selasa (8/9).

Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin, Asep Sasa Purnama, dalam sambutannya mengatakan, program Kelompok Usaha Bersama (KUBE) yang telah dijalankan Kemensos ini diharapkan mampu menjadi stimulant untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Untuk memastikan program bantuan dapat tersalurkan dengan baik sehingga memberikan dampak positif yang diharapkan dapat meningkatkan pendapatan rumah tangga, dibutuhkan pendamping sosial KUBE.

©2020

Mengacu pada Peraturan Menteri Sosial Nomor 02 Tahun 2019 pasal 9 disebutkan bahwa Pendamping Sosial KUBE memiliki tugas membantu membentuk KUBE, memverifikasi calon penerima bantuan, menyiapkan calon penerima bantuan, menyiapkan rencana anggaran biaya, memberikan bimbingan teknis kepada KUBE, memberikan bimbingan motivasi sosial, mendampingi pelaksanaan UEP yang dilaksanakan oleh KUBE, memantau pelaksanaan kegiatan, dan membantu dalam penyusunan laporan.

Asep menjelaskan, hal ini sejalan dengan peran Community Worker dalam melakukan intervensi sosial pada komunitas Pendamping sosial KUBE dapat berperan sebagai community worker dalam program yang berorientasi pada 5 pemberdayaan masyarakat prasejahtera seperti UEP untuk KUBE ini.

“Maka, saya merasa sangat perlu dilaksanakan kegiatan penguatan kapasitas bagi pendamping sosial KUBE. Agar dapat terinformasikannya kebijakan dan hal-hal terbaru mengenai pelaksanaan Program Usaha Ekonomi Produktif (UEP) kepada Kelompok Usaha Bersama di tahun 2020 ini,” katanya.

©2020

Dalam kesempatan tersebut, Asep berpesan pada pendamping sosial KUBE untuk terus menjaga integritas, skill, knowledge dan attitude. “Semua itu menjadi tali yang saling mengikat dan tidak dapat terpisahkan untuk saling melengkapi,” ujarnya.

Kegiatan ini juga diharapkan menjadi momentum untuk saling bekerja sama dan membangun konektivitas seluas-luasnya. Menurutnya, di era industri 4.0 dan menuju era 5.0 tidak lagi berbicara kompetisi one man show tetapi kompetisi dengan saling berkolaborasi. [hhw]

Next Post

Harga Minyak Anjlok Usai Kasus Covid-19 Meningkat

Harga minyak berjangka turun tajam pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), dengan jenis Brent terperosok di bawah USD 40 per barel untuk pertama kalinya sejak Juni. Minyak mentah AS turun jatuh hampir 8 persen setelah Arab Saudi memangkas harga jual Oktober dan kasus covid-19 meningkat di beberapa negara. Minyak […]