Pemkot Bogor Batasi Perjalanan Dinas dan ASN Bekerja di Kantor

Irene

Pemkot Bogor Batasi Perjalanan Dinas dan ASN Bekerja di Kantor

Pemerintah Kota Bogor menerapkan kebijakan pembatasan jumlah aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja dari kantor serta pembatasan kegiatan perjalanan dinas ke luar kota. Tujuannya untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pemerintah Kota Bogor, Taufiq mengatakan, kebijakan ini diatur dalam Surat Edara Sekretaris Daerah Kota Bogor Nomor 800/2727-BKPSDM tentang Pengendalian Pelaksanaan Jam Kerja dan Kegiatan Perjalanan Dinas pada Masa Pandemi Covid-19 bagi pegawai ASN di lingkungan pemerintah daerah Bogor. Aturan ini yang diberlakukan mulai hari ini , Selasa (4/8).

Menurutnya, Surat Edaran Sekretaris Daerah Kota Bogor ini berpedoman pada Surat Edaran Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 64/2020 dan Surat Edaran Menpan RB Nomor 65/ 2020.

Taufiq menjelaskan, Surat Edaran Sekretaris Daerah Kota Bogor ini substansinya adalah menyesuaikan dan melanjutkan surat edaran sebelumnya terkait pembatasan sosial berskala besar parsial di Bogor yang berakhir pada 3 Agustus 2020.

“Semua aturan dalam surat edaran, kebijakan teknisnya ada pada kepala perangkat daerah. BKPSDM menerima laporan tertulis dari perangkat daerah yang akan kita rekap dan dilaporkan secara rutin setiap hari Jumat ke Kementerian PAN-RB,” katanya seperti dilansir dari Antara, Selasa (4/8).

Aturan dalam Surat Edaran Sekretaris Daerah Kota Bogor antara lain, mengatur jumlah ASN yang melaksanakan tugas kedinasan di rumah paling banyak 50 persen dari jumlah pegawai pada perangkat daerah masing-masing.

ASN dibolehkan bekerja dari rumah, dengan pertimbangan dari kepala perangkat daerah, yakni bertempat tinggal di luar Kota Bogor, kondisi Kesehatan atau faktor komorbiditas, bertempat tinggal di zona merah dan episentrum pandemi penyebaran Covid-19, kompetensi pegawai dalam mengoperasikan sistem dan teknologi informasi, serta efektivitas pelaksanaan tugas dan pelayanan pada perangkat daerah.

Taufiq menambahkan, penerapan bekerja dari rumah bagi ASN semata-mata untuk pencegahan penularan Covid-19 tanpa mengurangi esensi pelayanan publik. [fik]

Next Post

Korban Penganiayaan, Lima Kera di Jaktim Direhabilitasi Petugas

Lima kera disita petugas gabungan dari pelaku usaha topeng monyet di Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. “Kegiatan itu kita tindaklanjuti pada Senin (3/8) malam tadi di RT 05 RW 14 Jatinegara,” kata Camat Cakung Ahmad Salahuddin di Jakarta, Selasa pagi. Kegiatan tersebut melibatkan 32 personel gabungan dari perwakilan Kementerian […]