Pasien Positif di Klaster Secapa AD Berkurang 58 Orang, Tinggal 114 Kasus

Irene

Pasien Positif di Klaster Secapa AD Berkurang 58 Orang, Tinggal 114 Kasus

Personel di Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat atau Secapa AD, di Bandung, Jawa Barat, yang terinfeksi Virus Corona atau Covid-19 kembali berkurang. Berdasarkan data terkini, Kamis 6 Agustus ada 58 personel yang sembuh atau dinyatakan negatif dari Covid-19.

“Hasil lab PCR dari swab lanjutan pasien di Secapa AD sejak Rabu 5 Agustus kemarin, sampai dengan pagi ini Kamis 6 Agustus, ada 58 pasien lagi yang dinyatakan negatif,” kata Kepala Dinas Penerangan AD Brigjen TNI Nefra Firdaus.

Sehingga, dia mengatakan, dari 1.308 yang awalnya dinyatakan positif telah berkurang 1.194 orang.

“Jadi dari total 1.308 pasien positif Covid-19 di Secapa AD, pada pagi ini sudah berkurang 1.194 orang atau 91.3 persen sudah menjadi Negatif,” ujarnya.

“Jadi total menjadi tinggal 114 orang atau 8.7 persen masih Positif,” pungkasnya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan bahwa angka kesembuhan pasien Covid-19 di Jawa Barat ebih tinggi dibandingkan kasus positif yang aktif. Berdasarkan data pada Senin kemarin, angka yang sembuh dari Covid-19 mencapai 3.992 orang. sedangkan yang positif aktif sebanyak 2.435 orang.

Kondisi tersebut membuat aktivitas di rumah sakit rujukan untuk pasien Covid-19 yang berada di Jawa Barat masih dalam keadaan stabil, tidak ada penumpukan. Ruang isolasi yang digunakan masih berada di angka 28 persen.

Di lain pihak, angka reproduksi Covid-19 di Jawa Barat berada di angka satu 1,05 seiring dengan temuan kasus baru setelah melakukan tes masif. Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meminta semua pihak waspada karena mayoritas yang terkonfirmasi positif berstatus orang tanpa gejala (OTG).

“Tapi, di Jabar ini mengindikasikan (mayoritas) OTG, (ini) yang harus diwaspadai,” katanya. [fik]

Next Post

'Terorisme Bukan Persoalan Satu Orang, Tapi Masalah Bangsa Secara Keseluruhan'

Para penyelenggara negara diminta memberikan contoh teladan kepada masyarakat dengan mencerminkan sebagaimana yang dirumuskan dalam Pancasila. Hal ini dinilai akan meredam pandangan-pandangan yang tidak puas yang kemudian berusaha mencari alternatif. Guru Besar Tasawuf Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Asep Usman Ismail mengatakan pemikiran radikal negatif ditakutkan akan terus […]