Kostratani Bikin Penyuluh di BPP Abung Semuli Semangat Menjalankan Tugas

Irene

Kostratani Bikin Penyuluh di BPP Abung Semuli Semangat Menjalankan Tugas

Para penyuluh di BPP Abung Semuli, Lampung Utara, menyambut baik hadirnya Gerakan Kostratani. Sebab, Kostratani membuat penyuluh menjadi semangat dalam menjalankan tugas.

BPP Abung Semuli dilaunching menjadi BPP Kostratani oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi, Rabu (02/09).

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan Kostratani menjadi pusat dari gerakan pembangunan pertanian.

“Kostratani diperkuat karena Kostratani akan menjadi pusat data dan informasi pertanian. Kostratani juga pusat gerakan pembangunan pertanian, pusat pembelajaran demplot atau sekolah lapang. Dan lainnya. Kostratani juga mengawal program utama Kementan,” tuturnya.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDM) Kementan Dedi Nursyamsi, mengatakan jika sejarah membuktikan kebangkitan pertanian dimulai dari kebangkitan petani dan penyuluh.

“Sekitar tahun, 1984 Indonesia sukses menjadi negara swasembada. Saat itu yang menjadi penyuluh adalah manusia-manusia pintar. Makanya banyak penyuluh jadi camat, jadi kepala dinas dan lainnya,” tuturnya.

Menurut Dedi saat pertanian bisa sukses karena penyuluh dan petani jadi garda terdepan genjot produktivitas padi. ditambah program pengairan dan program pemupukan.

“Namun, hal itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Harus ada peran dan dukungan dari semua pihak. Terutama selain Kepala Daerah dan Dinas Pertanian Saya juga meminta keterlibatan pihak lainnya seperti Bapak Camat, Bapak Kapolsek dan Bapak Danramil untuk terus mensupport dan mengawal pembangunan pertanian melalui gerakan Kostratani ini,” ujar Dedi.

Dedi juga menegaskan pembangunan pertanian harus diawali dari pembangunan SDM, khususnya penyuluh.

“Kita hadir di sini untuk melakukan itu. karena SDM-lah yang menjadi pengungkit terbesar dalam peningkatan produksi pertanian. Termasuk salah satunya penyuluh, dan KWT yang hadir ini, terus digenjot untuk meningkatkan produktivitas,” tegasnya.

Sedangkan Koordinator Penyuluh BPP Abung Semuli Sriyati menyampaikan selama ini support dari pemerintah ke pertanian dan penyuluh cukup baik.

“Support yang diperlihatkan Pemerintah Kabupaten Lampung Utara ke penyuluh, petani dan kegiatan pertanian cukup baik. Apalagi kegiatan di BPP selalu sejalan seiringan dengan pemda,” katanya.

Meski demikian, Sriyati berharap kerjasama yang bagus antara pemda dengan Kostratani bisa ditingkatkan.

“Terlebih gerakan Kostratani sangat positif dan kita sebagai penyuluh terbantu sehingga makin semangat untuk melaksanakan tugas-tugas,” katanya.

Tidak hanya penyuluh, manfaat Kostratani juga dirasakan Zuhrifah, anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Cahaya Sejahtera.

“Kita di KWT Cahaya Sejahtera mengambil space untuk meningkatkan produktivitas pangan lokal, atau diversifikasi pangan lokal. Apalagi Lampung dikenal sebagai petani singkong. Dan ini bisa kita manfaatkan agar menjadi sumber pangan selain beras. Singkong bisandiolah seperti jadi tiwul,” katanya.

Zuhrifah berharap Kostratani bisa menjadi tambahan motivasi untuk meningkatkan produktivitas.

“Apalagi selama ini dinas pertanian kabupaten dan provinsi sangat support sekali. Kita pun semangat untuk mengungkit pangan lokal lain selain singkong, ada pisang ,ubi dan lainnya. [hhw]

Next Post

Mendagri Minta Pemda Ingatkan Sekolah Isi Nomor HP Siswa untuk Subsidi Pulsa

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian meminta pemerintah daerah agar mengingatkan sekolah untuk segera mengisi data nomor telepon siswa guna mendapatkan subsidi pulsa ke Dapodik. “Saya meminta Pemda untuk mengingatkan sekolah memastikan pengisian nomor handphone siswa di Dapodik untuk menerima bantuan penyediaan kuota,” pesan Mendagri saat Rakor bersama Mendikbud Nadiem […]