Kemendikbud: Klasterisasi Jangan Dimaknai Pemeringkatan Perguruan Tinggi

Irene

Kemendikbud: Klasterisasi Jangan Dimaknai Pemeringkatan Perguruan Tinggi

Kementerian pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) umumkan klasterisasi perguruan tinggi Indonesia tahun 2020.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Nizam menjelaskan bahwa klasterisasi merupakan upaya Ditjen Dikti untuk melakukan pemetaan atas kinerja perguruan tinggi akademik Indonesia yang berada di bawah binaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Klasterisasi ini bukanlah pemeringkatan namun pengelompokan perguruan tinggi sesuai dengan level perkembangannya. Klasterisasi ini jangan disalah maknai sebagai pemeringkatan,” kata Nizam dalam keterangan pers, Selasa (18/8).

Dia mengatakan tujuan utama klasterisasi adalah untuk menyediakan landasan bagi pengembangan kebijakan pembangunan, pembinaan perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan tridharma secara berkelanjutan. Selain itu, klasterisasi tersebut berfungsi untuk menyediakan informasi kepada masyarakat umum tentang kualitas kinerja perguruan tinggi di Indonesia.

“Klasterisasi perguruan tinggi yang disusun dan dibangun dalam kerangka perbaikan berkelanjutan baik untuk masing-masing data kinerja perguruan tinggi maupun kinerja perguruan tinggi secara keseluruhan,” ungkap Nizam.

Sementara itu Direktur Kelembagaan, Ridwan, mengungkapkan bahwa klasterisasi tahun ini menjadi hal yang menggembirakan. Pasalnya tahun ini terdapat tambahan dua perguruan tinggi yang menempati klaster 1.

“Tahun ini ada tambahan 2 perguruan tinggi yang menempati klaster 1. Sebelumnya pada tahun 2019 hanya 13 perguruan tinggi,” ungkap Ridwan.

Hal tersebut kata Ridwan jadi bukti bahwa perguruan tinggi tetap mempertahankan. Bahkan meningkatkan kualitas, sebab itu nantinya pihaknya akan mendorong klaster 1 tersebut bersaing di internasional.

“Menjadi bukti bahwa perguruan tinggi tetap mempertahankan, bahkan meningkatkan kualitasnya. Nanti kita akan dorong perguruan tinggi klaster 1 ini untuk bersaing di internasional,” ujar Ridwan.

Kinerja Perguruan Tinggi Berdasarkan 4 Aspek

Nizam menjelaskan pada tahun 2020 berbagai informasi terkait kinerja perguruan tinggi kembali diidentifikasi berdasarkan empat aspek utama. Yaitu mutu sumber daya manusia dan mahasiswa (input), pengelolaan kelembagaan perguruan tinggi (proses), capaian kinerja jangka pendek yang dicapai oleh (output), dan kinerja jangka panjang (outcome).

“Tetapi indikator-indikator yang mencerminkan masing-masing komponen utama tersebut terdapat beberapa perubahan atau penambahan indikator sehingga diharapkan komponen utama tersebut dapat lebih mencerminkan kondisi perguruan tinggi Indonesia sesuai dengan cakupan pada masing-masing komponen utama tersebut,” tambah Nizam.

Nizam berharap bahwa hasil klasterisasi perguruan tinggi tahun 2020 dapat mendorong untuk terus melakukan perbaikan kualitas secara berkelanjutan melalui kerja cerdas dan kerja sama antar perguruan tinggi. Serta dapat melakukan pemutakhiran data maupun melaporkan perkembangan capaian output.

“Melaporkan melalui Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD DIKTI) sesuai amanat Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi,” ungkap Nizam. [rhm]

Next Post

Seskab Pramono: Kita Jaga Bersama-sama Indonesia Menjadi Negara Maju

Sekretaris Kabinet (Seskab), Pramono Anung, mengajak masyarakat menjadikan momentum HUT RI untuk menjadikan Indonesia lebih maju. Sehingga lebih disegani oleh negara lain. “Mari kita melangkah bersama-sama, kita jaga bersama-sama Indonesia yang kita cintai menjadi negara maju, negara sejahtera, dan negara yang disegani dunia,” kata Pramono dikutip dari halaman setkab.go.id, Selasa […]