Kasus Positif Covid-19 di Aceh Tembus 1.648 orang

Irene

Kasus Positif Covid-19 di Aceh Tembus 1.648 orang

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani (SAG) mengatakan, kasus positif Covid-19 di Aceh mencapai 1.648 orang, setelah bertambah 16 orang Selasa (1/9) data pukul 15.00 Wib.

Sedangkan Orang Tanpa Gejala (OTG) dalam masa isolasi mandiri 887 orang. Pasien Covid-19 yang dilaporkan meninggal dunia secara akumulatif sebanyak 66 orang, setelah ada penambahan 3 pasien meninggal dunia.

Penderita baru Covid-19 sebanyak 16 orang tersebut berasal dari Banda Aceh sebanyak 11 orang, warga Aceh Besar sebanyak 3 orang dan 2 orang warga Kabupaten Bireuen. Sementara yang meninggal dunia 3 orang merupakan warga Kota Banda Aceh 2 orang dan Aceh Besar 1 orang.

Selanjutnya SAG melaporkan jumlah akumulatif Covid-19 di Aceh telah mencapai 1.648 orang, dengan rincian 967 orang dalam penanganan tim medis di rumah sakit rujukan atau melakukan isolasi mandiri, 615 orang dinyatakan sembuh.

Sedangkan jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) secara akumulasi menjadi 271 orang. Ada penambahan PDP baru sebanyak 18 orang. Dari jumlah tersebut, 27 PDP dalam penanganan tim medis dan 231 telah sembuh dan 13 orang lainnya meninggal dunia.

Sedangkan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di seluruh Aceh hari ini bertambah 3 orang, yang secara akumulatif menjadi 2.525 orang. “Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.447 orang sudah selesai masa pemantauan, dan sebanyak 78 orang dalam pemantauan Tim Gugus Tugas Covid-19,” ungkap SAG.

Sementara itu untuk menekan angka positif Covid-19 dan memutuskan mata rantai penyebaran virus asal Wuhan, China ini. Pemerintah Aceh mulai menurunkan tim untuk mengkampanyekan Gerakan Masker Aceh (GEMA) ke seluruh kabupaten dan kota se Aceh.

Tim dilepas oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh, Selasa (1/9/2020). Hadir dalam pelepasan itu Plt Gubernur, Pangdam Iskandar Muda, Kapolda Aceh dan Kajati Aceh. Juga hadir Sekda Aceh, Wakil Ketua PKK, Ketua DWP Aceh serta para Kepala SKPA dan Kepala Biro di lingkungan Setda Aceh yang berada di dalam mobil untuk memimpin langsung GEMA ke seluruh Aceh.

Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, mengatakan angka kasus Covid-19 di Aceh sudah masuk kategori memprihatinkan. Tingkat penularan meningkat tajam. Berbagai upaya seperti pengobatan atas pasien dan pencegahan telah dilakukan. Namun upaya-upaya itu dinilai belum maksimal. Karena itu, pemerintah kemudian menggerakkan GEMA, bagian gerakan Gebrak Masker yang dilakukan di seluruh Indonesia.

“Kita melibatkan semua stakeholder. GEMA ini menyasar seluruh masyarakat sampai ke tingkat rumah tangga,” kata Nova.

Total ada 19.735 partisipan yang di antaranya Aparatur Sipil Negara dan masyarakat sipil lainnya yang ikut dalam GEMA ke seluruh Aceh. Mereka akan serentak mengampanyekan gerakan pakai masker pada Jumat 4 September mendatang.

Relawan yang akan berpartisipasi dalam gerakan ini akan menggaungkan GEMA di 3.883 masjid dan di 6.497 desa. Pesan utama yang akan dibawa secara serentak adalah “Ingat Covid – Ingat Masker!”

“Pesan GEMA akan disampaikan melalui khutbah Jumat dan media informasi baliho, spanduk dan poster,” kata Nova.

Gebrak Masker semula adalah gerakan nasional yang oleh pemerintah Aceh dijawab dengan aksi bersama yang dilakukan dengan menggandeng masyarakat lintas organisasi. Dengan keterlibatan banyak pihak diharapkan gerakan ini menjadi gerakan massif.

“Mereka akan mengampanyekan gerakan memakai masker di sekolah-sekolah, di semua desa bahkan di tempat ibadah,” ujar Nova.

Gerakan memakai masker sangat penting disukseskan mengingat pencegahan Covid-19 yang angkanya terus meningkat sangat penting. Mencegah penularan virus corona sebatas menjaga diri tapi juga keluarga seluruh masyarakat. Apalagi sampai saat ini, vaksin belum lagi ditemukan.

Kata Nova, efeknya yang berbahaya telah menjangkiti seribuan lebih masyarakat Aceh. Salah satu ikhtiar yang bisa dilakukan masyarakat adalah dengan memakai masker. Minimal dengan masker potensi tertular dan menularkan penyakit akan terhindari.

Gerakan memakai masker merupakan ikhtiar bersama yang diserukan langsung Presiden Indonesia Joko Widodo. Presiden meminta langsung Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian untuk menggaungkan gerakan tersebut ke seluruh pelosok negeri. Berbagai organisasi lintas profesi menjawab seruan itu dengan mengambil peran ikut kampanye GEMA.

Pemerintah Aceh juga telah menyurati seluruh bupati dan wali kota se Aceh lewat surat yang diteken langsung Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah.

Dalam surat itu, disebut bahwa Gebrak Masker Aceh adalah tindak lanjut dari surat Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi Nomor S.2294/HM.01.03/VIII/2020 tanggal 4 Agustus 2020, Surat Menteri Dalam Negeri Nomor 440/3592/BPD tanggal 14 Agustus 2020, serta Surat Gubernur Aceh Nomor 440/12518 tangga 24 Agustus 2020 perihal Gebrak Masker se Aceh.

Plt Gubernur mengatakan, selain kampanye memakai masker pemerintah Aceh juga akan meningkatkan pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) kepada masyarakat. Pada pekan depan kata Nova, dua container lab PCR akan tiba di Banda Aceh. Satu laboratorium akan ditempatkan di Labkesda I dan satu lagi ditempatkan di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin.

Nova menyebutkan, jika skema laboratorium sesuai yang direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan itu efektif, pemerintah Aceh akan menambah dua sampai tiga laboratorium PCR lainnya.

“Kalau efektif kita akan tambahkan dua sampai tiga unit lain yang akan kita letakkan di beberapa sentra di Aceh,” kata Nova. [rhm]

Next Post

Polemik Vaksin Corona Rusia, Sputnik V

Jakarta, Indonesia — Pada awal Agustus pemerintah Rusia secara mengejutkan¬†mendaftarkan vaksin Covid-19 pertama di dunia, Sputnik V. Vaksin ini mendapat kritikan dari negara Barat karena diuji hanya kepada 76 orang.¬† Rusia mengatakan telah menyetujui vaksin Covid-19 pertama di dunia ini karena Kementerian Kesehatan Rusia mengeluarkan sertifikat pendaftaran untuk kandidat vaksin […]