Kasus Kematian Wartawan Demas, Polisi Dalami Semua Dugaan Motif

Irene

Kasus Kematian Wartawan Demas, Polisi Dalami Semua Dugaan Motif

Polres Mamuju Tengah akan mendalami semua dugaan motif terkait kematian mengenaskan wartawan Demas Laira (28) yang diduga kuat terkait tulisannya. Enggan berspekulasi, aparat tidak ingin hanya fokus pada satu dugaan motif saja.

Kapolres Mamuju Tengah, AKBP Muhammad Zakiy yang dikonfirmasi, Sabtu (22/8) malam mengatakan, semua dugaan motif didalami. Dari sisi jurnalisti atau pekerjaan korban, sisi pribadinya misalnya hubungan dengan teman-temannya dan keluarganya. Termasuk kegiatan korban di luar daerah beberapa hari terakhir sebelum kejadian.

“Kita tidak mau berspekulasi. Belum menyimpulkan apa-apa karena ini baru dua hari kita kerja pasca kejadian. Semua dugaan motif kita dalami. Betul-betul kita mencari fakta yang bisa betul-betul membuat terang masalah ini,” kata Zakiy.

Untuk mengungkap motif dan menangkap pelaku, Kapolres mengatakan pihaknya dibantu tim dari Polda Sulbar dan membagi tiga tim penyidik. Ada yang di Kota Mamuju, di Kabupaten Mamuju Tengah dan ada di Palu, Provinsi Sulawesi Tengah.

“Tim ini ada yang mencari tahu masalah pribadi, pertemanan korban, kelompok-kelompok dan kegiatannya termasuk yang di Palu. Ada tim yang ke Palu karena sejak tanggal 17 Agustus, korban pamit ke orang tuanya menuju Palu untuk mengikuti kegiatan komunitas motornya. Semoga dari Palu, dapat tambahan informasi,” ujarnya.

Zakiy menjelaskan, barang bukti yang ditemukan sangat minim, khususnya di TKP. Di antaranya hanya ada dompet, id card dan juga satu sepatu. Soal sepatu ini, bukan milik korban tapi belum juga dipastikan itu milik pelaku karena korban ditemukan di pinggir jalan lintas Sulawesi.

Ditambahkan, ponsel dan kamera korban tidak ditemukan padahal kedua barang ini bisa memungkinkan bisa ditemukan petunjuk khususnya ponsel.

“Kita lagi cari ponsel korban, sementara ditracking. Dari ponsel itu bisa jadi ada petunjuk,” ujarnya.

Sejumlah saksi kerabat dekat dan teman korban sudah dimintai keterangan. Tapi khusus kedua orang tuanya belum diperiksa karena masih dalam suasana duka.

“Apalagi jenazah korban baru akan dimakamkan Senin lusa karena akan di rangkaian dengan ibadah dan mungkin juga karena ada keluarga yang ditunggu. Rencananya Senin itu, saya juga akan hadir saat pemakaman korban,” pungkas Kapolres.

Demas Laira (28) wartawan sebuah media online di Mamuju Tengah ditemukan tewas dengan sejumlah luka tikaman di tubuhnya. Jasadnya ditemukan di pinggir jalan poros Sulawesi wilayah Dusun Salu Bijau, Desa Tasokko, Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat (Sulbar) pada Kamis (20/8) sekitar pukul 02.00 WITA.

Polisi yang datang ke lokasi penemuan jasad wartawan tersebut melakukan olah tempat kejadian perkara untuk menyelidiki penyebab kematian korban. Di lokasi kejadian tersebut, polisi menemukan sejumlah barang milik korban di antaranya sepeda motor, dompet dan kartu pers.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Mamuju Tengah Inspektur Polisi Satu Agung Setyo Negoro mengatakan, masih melakukan penyelidikan terkait penemuan mayat wartawan tersebut.

Polisi masih mendalami kasus ini. Apakah korban tewas terkait dengan profesinya atau ada penyebab lainnya. “Jenazah korban sudah diambil oleh pihak keluarganya. Terkait penyebab kematian, kami masih terus melakukan penyelidikan dan meminta keterangan sejumlah saksi,” tambah Agung. [bal]

Next Post

Tiang Penyangga Jembatan MA Salmun Bogor Retak, Lalu Lintas Dialihkan

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Bogor Dody Wahyudin mengatakan, Dinas Perhubungan Kota Bogor menyiapkan rekayasa lalu lintas di Jalan Mayor Oking dan MA Salmun untuk mencegah jembatan di Jalan MA Salmun mengalami kerusakan lebih berat setelah salah satu tiang penyangganya mengalami retak. “Kami mendapat laporan, bahwa salah satu […]