Kasus Djoko Tjandra, Penahanan Brigjen Prasetijo dan Anita Kolopaking Diperpanjang

Irene

Kasus Djoko Tjandra, Penahanan Brigjen Prasetijo dan Anita Kolopaking Diperpanjang

Penyidik Bareskrim Polri melakukan perpanjangan penahanan terhadap Brigjen Prasetijo Utomo. Diketahui, Prasetijo sudah ditetapkan menjadi tersangka terkait surat jalan palsu atas nama Djoko Soegiarto Tjandra.

“Penahanan BJP PU, penahanan pertama 31 Juli-19 Agustus 2020, perpanjangan penahanan 20 Agustus-28 September 2020,” kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo dalam keterangannya, Jumat (4/9)

Perpanjangan penahanan tak hanya terhadap Prasetijo saja. Pihaknya juga melakukan perpanjangan penahanan terhadap tersangka lainnya yakni Anita Kolopaking.

“Penahanan Anita, penahanan pertama 8 Agustus-27 Agustus 2020, perpanjangan penahanan 28 Agustus-6 Oktober 2020,” ujarnya.

Diketahui, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengumumkan nama-nama tersangka baru di dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait penghapusan red notice Djoko Tjandra.

Argo membagi menjadi dua selaku pemberi suap dan penerima. Selaku pemberi, Argo mengatakan, Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dirtipikor) Mabes Polri menetapkan JST (Joko Soegiarto Tjandra) dan (TS) Tomy Sumardi.

Keduanya disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 Pasal 13 Undang-Undang tentang Tindak Pidana Korupsi Pasal 55 yaitu pemberi dan penerima gratifikasi.

Sedangkan selaku penerima, Argo menyampaikan penyidik menetapkan PU dan NB sebagai tersangka.

Penyidik menjerat dengan Pasal 5 ayat (2), Pasal 11 dan 12 huruf a dan b Undang-Undang nomor 20 tahun 2002 tentang Tindak Pidana Korupsi dan junto Pasal 5 KUHP.

“Ancaman hukuman adalah 5 tahun. Saat ini kita masih dalam proses penyidikan berikutnya,” ujar dia.

Dalam kasus ini, Argo menerangkan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan koordinasi dan supervisi dengan Polri.

“Itu baru kasus korupsinya dan langsung disupervisi KPK,” ujar dia.

Di sisi lain, Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri juga melakukan gelar perkara kasus surat jalan palsu untuk Djoko Tjandra. Argo menyampaikan, penyidik juga menetapkan dua tersangka baru dalam kasus ini. Dia adalah JST (Joko Soegiarto Tjandra).

“JST dikenakan Tepati Janji, Tommy Sumardi Hadir Pemeriksaan Kasus Red Notice Djoko Tjandra kuhp dengan ancaman 5 tahun,” ujar dia

Sehingga, Argo menyatakan, ada tiga orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini yakni PU, Anita, JST.

Gelar perkara sendiri dimulai pada pukul 10.00 WIB hingga pukul 11.30 WIB. [bal]

Next Post

Dishub DKI Uji Coba Mikrotrans Tanah Abang-Kota, Gratis 6 Bulan

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo melepas satu unit armada purwarupa transportasi umum Mikrotrans untuk uji coba angkutan publik rute Tanah Abang-Kota, Jumat pagi. “Uji coba publik ini kita lakukan selama enam bulan secara gratis untuk trayek Tanah Abang-Kota,” kata Syafrin usai melepas uji coba Mikrotrans di Kantor Pusat […]