Gedung Utama Kejaksaan Agung Masih Diproses Sebagai Cagar Budaya

Irene

Gedung Utama Kejaksaan Agung Masih Diproses Sebagai Cagar Budaya

Kepala Bidang Perlindungan Budaya Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Norviadi Setio Husodo menyatakan Gedung utama Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan belum tercantum sebagai cagar budaya berdasarkan Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 475 tahun 1993 tentang Penetapan Bangunan Cagar Budaya.

Namun, kata dia, gedung utama yang terbakar tersebut berada di wilayah pemugaran dan saat ini masih diproses sebagai cagar budaya.

“Sesuai SK gubernur tentang kawasan pemugaran (tahun 1975), dan bangunannya masuk dalam kriteria dan sedang di proses sebagai cagar budaya. Maka diperlakukan sebagai bangunan cagar budaya,” ucap Norviadi saat dihubungi, Senin (24/8).

Norviadi membenarkan bila untuk proses renovasi Gedung utama Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan harus berdasarkan aturan bangunan cagar budaya.

“Betul harus berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya, perlakuan renovasi terhadap bangunan yang diduga cagar budaya sama dengan bangunan yang telah diputuskan sebagai cagar budaya,” kata Norviadi saat dihubungi, Senin (24/8/2020).

Saat ini lanjut dia, gedung utama yang terbakar tersebut berada di wilayah pemugaran dan masih diproses sebagai cagar budaya. Karena hal itu, pihak Kejaksaan Agung harus berkoordinasi dengan Pemprov DKI Jakarta.

“Untuk renovasi bangunan yang sudah terbakar tersebut sebaiknya tetap berkonsultasi ke Pemprov melalui Tim Sidang Pemugaran,” ucapnya.

Sebelumnya, Gedung utama Kejaksaan Agung hangus terbakar pada Sabtu (22/8/2020). Gedung yang diklaim sebagai cagar budaya oleh Kejaksaan Agung itu rencananya akan direnovasi sambil berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Gedung ini masuk dalam deretan catatan cagar budaya, oleh karena itu proses renovasi pembangunannya tentu harus sesuai dengan peraturan daerah yang dalam hal ini ditetapkan oleh Gubernur DKI Jakarta tentang cagar budaya,” ujar Kepala Pusat Penerangan Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung, Hari Setiyono, Minggu (23/8).

Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin juga mengatakan, gedung yang terbakar tersebut merupakan gedung tua. Gedung utama Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan terbakar sekitar pukul 19.10 WIB.

“Tidak ada (renovasi), ini gedung tua. Ini heritage. Ini cagar budaya, maka kami tidak bisa diapa-apakan,” kata Burhanuddin, kemarin.

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md memastikan, Gedung Utama Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, yang terbakar merupakan bagian dari cagar budaya. Untuk itu, perbaikannya pun memiliki aturan tersendiri.

“Gedung yang terbakar itu adalah gedung cagar budaya, sehingga proses renovasinya harus ikut aturan yang berlaku sesuai benda-benda cagar budaya,” tutur Mahfud saat konferensi pers virtual, Minggu (23/8).

Reporter: Ika Defianti
Sumber: Liputan6.com [eko]

Next Post

Awal Pekan IHSG Dibuka Menguat, 7 Saham Rekomendasi Ini Laik Dibeli

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat 9,53 poin atau 0,18 persen ke posisi 5.282,34. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 1,96 poin atau 0,23 persen menjadi 836,79. Direktur PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya memprediksi awal pekan ini indeks […]