Gara Gara Panggilan ‘Ompong’, Warga Palembang Tewas Dibunuh Tetangga Sendiri

Irene

Gara Gara Panggilan 'Ompong', Warga Palembang Tewas Dibunuh Tetangga Sendiri

IS (44) menganiaya AN (42) dengan senjata tajam hingga menyebabkan meninggal dunia. Penganiayaan itu terjadi hanya karena salah paham.

Kejadian tersebut berawal saat korban sedang makan nasi bungkus bersama temannya Junaidi di pondokan. Tempat Kejadian Perkara (TKP) berada di kawasan Jakabaring Palembang Sumsel, Jumat (11/9) malam sekitar pukul 19.30 WIB.

Tiba-tiba datang pelaku datang mendekati korban dan Junaidi. Diduga ada kesalahpahaman antara korban dan pelaku, sehingga terlibat adu mulut.

Saksi Junaidi tidak terlalu mengetahui apa penyebab korban dan pelaku saling baku hantam. Sehingga akhirnya korban dianiaya oleh pelaku menggunakan senjata tajam (sajam) pisau milik korban sendiri.

“AN mengalami luka bacok di bagian punggung kiri. Saya dan warga sekitar langsung membawa AN ke rumah sakit. Kalau pelakunya, saya tidak tahu,” kata Junaidi, Senin (14/9).

Korban sempat dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bari Palembang. Dari informasi dokter, AN masih bernapas saat dibawa ke rumah sakit. Namun, tak lama kemudian korban meninggal dunia.

“Sekitar pukul 20.00 WIB saya dapat kabar dari temannya AN, jika AN ditusuk dan dibawa ke rumah sakit. Tapi sampai di rumah sakit, AN sudah meninggal dunia,” ujarnya.

Tak lama setelah kejadian, pihak kepolisian berhasil menangkap pelaku IS di tempat daerah Lempuing Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumsel, pada hari Sabtu (12/9).

“Pelaku dan korban merupakan warga RT 10 RW 03, Jalan Bungaran V Jakabaring Palembang. Saat ini pelaku sedang kita proses,” jelas Kapolsek Seberang Ulu (SU) I Palembang Kompol Farizon melalui Kanit Reskrim Polsek SU I Palembang Iptu Irwan Sidik.

Saat diinterogasi, IS mengaku awalnya terjadi kesalahpahaman antara dia dan korban. Awalnya dia berniat memanggil saksi Junaidi dengan sebutan 'ompong'.

“Saya manggil teman saya si Junaidi, 'hey ompong'. Tapi saya tidak tahu di sana ada korban juga sedang makan nasi bungkus. AN merasa saya mengejeknya, lalu dia menantang saya,” terang pelaku.

Korban pun langsung marah di hadapan IS dan mengeluarkan pisau yang diselipkan di pinggangnya.

Pelaku berusaha merebut pisau dari korban dan menyerang di bagian punggung kiri AN hingga tubuh korban terjatuh dan bersimbah darah. Setelah korban tak berdaya, IS mengaku kabur ke Lempuing, Ogan Komering Ilir (OKI).

“Saya kabur karena saya khilaf dan takut,” tutupnya.

Reporter: Nefri Inge
Sumber: Liputan6.com [fik]

Next Post

WHO Prediksi Oktober-November Kasus Kematian Covid-19 Meningkat di Eropa

Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan Eropa akan mengalami peningkatan jumlah kasus kematian harian akibat Covid-19 pada Oktober dan November. Direktur WHO Eropa Hans Kluge mengatakan, dua bulan ke depan akan menjadi waktu yang sulit bagi Benua Biru dalam melawan virus corona meskipun jumlah kematian relatif stabil. Demikian dikutip dari The […]