DPR Minta Penerima Program Subsidi Gaji Rp 600 Ribu Diperluas

Irene

DPR Minta Penerima Program Subsidi Gaji Rp 600 Ribu Diperluas

Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Golkar, Yahya Zaini, mendukung program bantuan subsidi gaji Rp 600 ribu selama 4 bulan bagi pekerja berpenghasilan di bawah Rp 5 juta rupiah. Dia yakin rencana itu dapat membantu kesulitan para pekerja bergaji rendah di tengah pandemi virus Corona atau Covid-19 dan mendongkrak daya beli masyarakat.

Namun, dia meminta pemerintah dapat memperluas cakupan penerima subsidi tersebut. Yakni tidak hanya menyasar untuk pekerja formal saja.

“Tidak hanya terbatas bagi pekerja penerima upah yang menjadi peserta BP Jamsostek semata, tetapi juga melibatkan pegawai non ASN di lingkungan pemerintah, seperti guru honorer, cleaning service, OB, satpam, dan pekerja taman. Tentu dengan syarat mereka terdaftar sebagai peserta Jamsostek,” tutur Yahya dalam keterangannya, Jumat (28/8/2020).

Menurut Yahya, pemerintah menggelontorkan anggaran sebanyak Rp 37,7 triliun untuk memberikan subsidi upah kepada 15,7 juta pekerja yang bergaji di bawah Rp 5 juta. Dari data BP Jamsostek, awalnya terdapat 13,8 juta pekerja yang bergaji di bawah Rp 5 juta.

Hanya saja, setelah dilakukan validasi berlapis, tinggal 10,8 juta pekerja yang akan menerima subsidi upah. Sisanya dikembalikan kepada perusahaan pemberi kerja untuk diperbaiki lantaran memiliki lebih dari satu rekening bank.

“Dari selisih 15,7 juta dikurangi 13, 8 juta, ada sekitar 1,9 juta yang bisa digunakan untuk bantuan subsidi upah bagi guru honorer dan pegawai non ASN di lingkungan kantor pemerintah. Kementerian Ketenagakerjaan mesti segera menugaskan BP Jamsostek untuk melakukan verifikasi dan validasi data pekerja yang masuk kategori itu,” jelas dia.

Dengan pemerataan subsidi upah yang cermat, lanjutnya, hal itu dapat mendongkrak daya beli masyarakat sehingga memutar roda perekonomian. Program tersebut pun sekaligus melengkapi bantuan sosial lainnya yang telah dikucurkan pemerintah, seperti Program PKH, Kartu Sembako, Bantuan Tunai Langsung, Subsidi Listrik, dan Bantuan UMKM.

“Jika anggaran pemerintah memungkinkan, sebaiknya pekerja informal yang belum mendapat bantuan sosial dicarikan solusi agar mereka juga mendapat bantuan untuk bisa bertahan hidup di tengah pandemi corona yang menyulitkan masyarakat,” Yahya menandaskan.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi resmi meluncurkan subsidi gaji Rp 600 ribu bagi pekerja atau buruh yang pendapatannya di bawah Rp 5 juta.

Target penerima subsidi gaji tersebut sebanyak 15,7 juta pekerja. Acara peluncuran program subsidi gaji ini dilakukan di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 27 Agustus 2020.

Acara ini turut dihadiri langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah.

“Hari ini kita lengkapi yang namanya subsidi tambahan gaji totalnya diberikan 15,7 juta pekerja,” kata Jokowi saat peluncuran seperti yang ditayangkan di Youtube Sekretariat Presiden, Kamis, 27 Agustus 2020.

Jokowi menyatakan, pemberian subsidi gaji ini dikhususkan untuk para tenaga kerja formal yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek.

Terutama, kata dia, untuk para pekerja yang selalu membayar iurannya hingga data terakhir per Juni 2020.

Berikut 4 hal terkait pemberian subsidi gaji Rp 600 ribu bagi pekerja atau buruh yang pendapatannya di bawah Rp 5 juta dihimpun Liputan6.com:

Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi meluncurkan program bantuan subsidi gaji senilai Rp 2,4 juta kepada 2,5 juta tenaga kerja.

Adapun, jumlah bantuan yang diberikan pada tahap ini baru separuhnya, sebesar Rp 1,2 juta.

Jokowi menyatakan, pemberian subsidi gaji ini dikhususkan untuk para tenaga kerja formal yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek. Terutama untuk para pekerja yang selalu membayar iurannya hingga data terakhir per Juni 2020.

“Ini memang diberikan kepada para pekerja yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan. Yang diberikan ini kepada para pekerja dan perusahaan yang rajin bayar iurannya, iuran Jamsostek,” kata Jokowi di Istana Negara, Kamis, 27 Agustus 2020.

Artinya, lanjut Jokowi, ini subsidi gaji ini diberikan sebagai sebuah penghargaan, reward kepada pekerja dan perusahaan yang patuh selalu membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan.

“Semuanya (calon penerima subsidi gaji) saya kira komit. Ada pekerja honorer, petugas pemadam kebakaran, karyawan hotel, tenaga medis, petugas kebersihan juga ada. Siapapun yang membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan secara aktif sampai Juni, itu yang diberikan,” tegas Jokowi.

Dalam pelaksanaannya, Jokowi menargetkan penyaluran subsidi gaji tahap pertama ini dapat dituntaskan seluruhnya kepada calon penerima pada September 2020 mendatang.

Lebih lanjut, Jokowi mengatakan, subsidi gaji Rp 2,4 juta ini akan diserahkan kepada seluruh pekerja formal dengan upah di bawah Rp 5 juta per bulan.

Profesinya pun beragam, namun semua memiliki kesamaan yakni terdaftar sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan.

“Semuanya (calon penerima bantuan) saya kira komit. Ada pekerja honorer, petugas pemadam kebakaran, karyawan hotel, tenaga medis, petugas kebersihan juga ada. Siapapun yang membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan secara aktif sampai Juni, itu yang diberikan,” tegasnya.

Jokowi pun berharap, segala stimulus yang telah diberika pemerintah nantinya dapat memulihkan perekonomian nasional secara perlahan.

“Kita harapkan, dengan bantuan ini konsumsi rumah tangga tidak terganggu, daya beli meningkat, dan ekonomi kembali ke posisi normal,” pungkas Jokowi.

Jokowi berharap subsidi gaji Rp 600 ribu yang diberikan pemerintah kepada para pekerja dapat meningkatkan konsumsi rumah tangga.

Subsidi gaji tersebut diberikan kepada pekerja yang pendapatannya dibawah Rp 5 juta.

“Kita harapkan nantinya setelah ini diberikan kepada bapak/ibu sekalian, konsumsi rumah tangganya naik,” kata Jokowi.

Jokowi menyadari bahwa pandemi Covid-19 membuat sejumlah pekerja di PHK dan pendapatan para pedagang menjadi menurun. Kondisi ini membuat konsumsi rumah tangga menjadi terpengaruh.

Untuk itu, pemerintah mengeluarkan sejumlah stimulus untuk membantu perekonomian masyarakat yang terdampak pandemi Corona. Mulai dari, bantuan sosial, BLT desa, bantuan modal kerja untuk UMKM, hingga subsidi gaji Rp 600 ribu.

“Kita harapkan sekali lagi dengan bantuan ini, konsumsi rumah tangga tidak terganggu, daya beli masyarakat jadi meningkat dan kita harapkan pertumbuhan ekonomi negara kita Indonesia kembali pada posisi normal,” jelasnya.

Jokowi berharap subsidi gaji Rp 600 ribu yang diberikan pemerintah kepada para pekerja dapat meningkatkan konsumsi rumah tangga.

Subsidi gaji tersebut diberikan kepada pekerja yang pendapatannya dibawah Rp 5 juta.

“Kita harapkan nantinya setelah ini diberikan kepada bapak/ibu sekalian, konsumsi rumah tangganya naik,” kata Jokowi.

Jokowi menyadari bahwa pandemi Covid-19 membuat sejumlah pekerja di PHK dan pendapatan para pedagang menjadi menurun. Kondisi ini membuat konsumsi rumah tangga menjadi terpengaruh.

Untuk itu, pemerintah mengeluarkan sejumlah stimulus untuk membantu perekonomian masyarakat yang terdampak pandemi Corona. Mulai dari, bantuan sosial, BLT desa, bantuan modal kerja untuk UMKM, hingga subsidi gaji Rp 600 ribu.

“Kita harapkan sekali lagi dengan bantuan ini, konsumsi rumah tangga tidak terganggu, daya beli masyarakat jadi meningkat dan kita harapkan pertumbuhan ekonomi negara kita Indonesia kembali pada posisi normal,” jelasnya. [ded]

Next Post

Jokowi Resmikan YIA: Selesai 100 persen dan Dikerjakan Hanya 20 Bulan

Presiden Joko Widodo atau Jokowi meresmikan Yogyakarta International Airport (YIA) disertai dengan pengoperasian menara Airnav Indonesia, dan sistem peringatan dini tsunami. Pembangunan tersebut, kata Jokowi, adalah paling cepat yaitu hanya 20 bulan. “Alhamdulillah Bandara Yogyakarta Internasional Airport (YIA) telah selesai 100 persen dan Bandara ini dikerjakan sangat cepat hanya 20 […]