Dirlantas Polda Metro Jaya Tegur Anggota Tidak Pakai Masker

Irene

Dirlantas Polda Metro Jaya Tegur Anggota Tidak Pakai Masker

Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya melaporkan situasi lalu lintas setiap harinya melalui akun twitternya @TMCpoldametro. Pada hari kedua Pengetatan PSBB Jakarta, Selasa (15/9), terpantau Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Jakarta Pusat sedang mengatur lalu lintas di Traffic Light (TL) Cempaka Putih.

Dalam foto yang diunggah akun twitter @TMCpoldametro pukul 06.26 WIB, salah satu Polisi Lalu Lintas (Polantas) yang sedang berjaga, kedapatan tidak memakai masker.

Saat dikonfirmasi, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, pihaknya langsung menegur polantas yang kedapatan tidak memakai masker itu.

“Sudah saya ingetin anggota,” kata Sambodo kepada , Selasa (15/9).

“Pasti diingatkan (untuk pakai masker),” tambahnya.

Untuk sanksinya, Sambodo akan memberikan teguran, baik secara lisan dan fisik.

“Anggota tersebut sudah saya suruh panggil dan ditegur. Teguran lisan dan fisik,” ujarnya

Berdasarkan pantauan pukul 08.00 WIB, cuitan @TMCpoldametro yang mengunggah foto polantas yang tidak pakai masker itu sudah dihapus.

Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi mencabut PSBB transisi dan melanjutkan PSBB seperti saat awal diterapkan. Pengetatan PSBB ini dilakukan karena kasus infeksi Covid-19 di Ibu Kota melonjak secara signifikan.

PSBB DKI Jakarta diatur melalui tiga Peraturan Gubernur (Pergub), yaitu Pergub DKI Jakarta Nomor 33 Tahun 2020, Pergub DKI Jakarta Nomor 79 Tahun 2020, dan Pergub DKI Jakarta Nomor 88 Tahun 2020.

Dilansir dari halaman resmi Pemprov DKI Jakarta, peraturan sanksi terhadap pelanggaran protokol kesehatan akan ditambah dengan mekanisme sanksi progresif terhadap pelanggaran berulang berdasarkan Pergub Nomor 79 Tahun 2020.

Penegakan disiplin ini dilakukan bersama oleh TNI, Polri, Satpol PP, dan organisasi perangkat daerah terakit.

Bagi pelanggar protokol kesehatan yang tidak memakai masker 1 kali, maka sanksinya adalah kerja sosial 1 jam atau denda Rp 250.000

Kemudian, jika ia kedapatan tidak memakai masker 2 kali, maka akan dikenakan sanksi dua kali lipat, yakni kerja sosial selama 2 jam atau denda Rp 500.000 dan jika tidak memakai masker 3 kali, maka ia harus kerja sosial 3 jam atau denda Rp 750.000

Denda tertinggi sebesar Rp 1 juta yang akan diberikan kepada para pelanggar protokol kesehatan yang kedapatan tidak memakai masker sebanyak 4 kali. Jika tidak mau atau mampu membayar, maka ia harus kerja sosial selama empat jam. [fik]

Next Post

Lurah Positif Covid-19, Kantor Kelurahan di Gunungkidul Ditutup Sementara

Seorang lurah di Kelurahan Jetis, Kapanewon (Kecamatan) Saptosari, Kabupaten Gunungkidul dinyatakan positif Covid-19. Akibat temuan ini, Kantor Kelurahan Jetis ditutup sementara. Selain itu sebuah klinik kesehatan yang berada di Saptosari juga ditutup sementara. Klinik ini diketahui adalah milik lurah Jetis yang dinyatakan positif Covid-19. Panewu (Camat) Saptosari, Djarot Hadi Atmojo […]