CEK FAKTA: Tidak Benar Ada Denda Bagi Pelanggar PSBB di Cilegon

Irene

CEK FAKTA: Tidak Benar Ada Denda Bagi Pelanggar PSBB di Cilegon

Informasi penerapan denda selama PSBB di Cilegon, Banten, beredar di media sosial Facebook. Informasi itu mengatasnamakan TNI dan Polri di Cilegon. “Bagi warga yang keluar rumah di atas pukul 14.00 WIB, akan didenda Rp 300.000 hingga Rp 500.000. Sedangkan bagi yang tidak menggunakan masker, akan dikenakan denda Rp150.000“.

Kominfo

Penelusuran

Penjelasan terkait denda saat PSBB di Cilegon, Banten, dijelaskan dalam artikel Kompas.com berjudul “[HOAKS] Denda PSBB di Kota Cilegon” pada 14 September 2020, dijelaskan bahwa tidak ada denda saat PSBB di Cilegon.

Kapolres Cilegon, AKBP Sigit Haryono, membantah kabar tersebut.

“Berita tidak benar, tidak usah di-share,” katanya kepada tim Cek Fakta Kompas.com, Senin (14/9/2020).

Ia mengatakan, pemberlakuan PSBB di Kota Cilegon mengacu pada Peraturan Wali Kota Cilegon Nomor 43 Tahun 2020 tentang Pembatasan Kegiatan dalam Rangka Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar Provinsi Banten.

Dalam Perwali yang ditandatangani Wali Kota Cirebon, Edi Ariadi, pada 10 September 2020, itu diatur pembatasan kegiatan di sekolah, tempat bekerja, rumah ibadah, dan kegiatan usaha.

Khusus kegiatan usaha, diatur pembatasan waktu. Pasar rakyat/tradisional beroperasi mulai pukul 05.00 sampai pukul 15.00 WIB.

Selain itu, pertokoan atau ritel buka mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB dan supermarket beroperasi mulai pukul 10.00 WIB sampai pukul 20.00 WIB.

Sanksi berupa teguran lisan atau tertulis, penyitaan sementara kartu identitas, penghentian paksa kegiatan, pembekuan izin, dan pencabutan izin.

Kemudian dalam artikel berjudul “PSBB Kota Cilegon, Hiburan Malam hingga Panti Pijat Wajib Tutup” pada 11 September 2020, dijelaskan sanksi bagi pelanggar PSBB.

Kasus warga terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Cilegon, Provinsi Banten terus meningkat. Pemerintah Kota (Pemkot) memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga tanggal 24 September 2020.

Dalam pemberlakuan PSBB, Pemkot Cilegon menutup seluruh operasional tempat hiburan malam. Selain itu, Pemkot juga menutup sementara tempat-tempat keramaian seperti bioskop, tempat olahraga, kolam renang, panti pijat atau spa, tempat permainan anak hingga pusat perbelanjaan (mal).

Wali Kota Cilegon Edi Ariadi menegaskan, aturan yang dikeluarkan itu wajib dipatuhi. Adapun yang bandel akan dicabut izin usahanya.

“Tempat hiburan wajib tutup, kalau bandel akan kita cabut izin usahanya,” kata Edi Ariadi, Jumat (11/9).

Dalam artikel detik.com berjudul “Pelanggar Protokol Kesehatan di Cilegon Didenda Rp 100-300 Ribu” pada 27 Agustus 2020, dijelaskan denda bagi pelanggar protokol kesehatan di Cilegon.

Pemerintah Kota Cilegon mulai menerapkan denda bagi pelanggar protokol kesehatan. Ketentuan denda dari Rp 100 ribu bagi perseorangan dan Rp 300 ribu bagi pelaku usaha.

Ketentuan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan diatur dalam Peraturan Wali Kota Cilegon Nomor 40 Tahun 2020. Dalam BAB V Penegakan Hukum Protokol Kesehatan, ada 3 tahapan sebelum sanksi denda administratif diberlakukan.

Pelanggar protokol kesehatan yang kedapatan melanggar akan ditegur terlebih dahulu secara lisan. Sanksi kedua diberlakukan kerja sosial dan terakhir denda berupa uang tunai.

Tiga tahapan itu diberlakukan untuk warga yang melanggar protokol kesehatan. Sementara pelaku usaha, penyelenggara, pengelola, dan penanggung jawab fasilitas umum yang tidak menerapkan protokol kesehatan bakal dikenai sanksi uang tunai Rp 300 ribu hingga dicabut izin usahanya.

Namun, sebelum sanksi denda diberlakukan, penegak hukum protokol kesehatan bakal memberikan teguran tertulis terlebih dahulu. Langkah kedua berupa denda administratif, ketiga penghentian sementara operasional usaha, dan terakhir pencabutan izin usaha.

Kesimpulan

Informasi pelanggar PSBB di Cilegon, Banten akan dikenakan denda Rp300.000 hingga Rp500.000 adalah tidak benar. Penerapan denda memang diberlakukan, namun bagi pelanggar protokol kesehatan.

Sanksi bagi pelanggar PSBB, yakni teguran lisan atau tertulis, penyitaan sementara kartu identitas, penghentian paksa kegiatan, pembekuan izin, dan pencabutan izin.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. [noe]

Next Post

Warga Temukan Anggota Polisi Tewas di Pondok Ranggon

Seorang anggota Polisi ditemukan meninggal dunia di Jalan Sapi Perah Kelurahan Pondok Ranggon, pada Kamis (17/9/2020) pagi. Polisi turun tangan mengusut kasus ini. Dari informasi yang dihimpun, korban ditemukan oleh seorang warga yang melintas di jalan tersebut pada pukul 05.00 WIB. Warga itu pun memberitahukan kepada petugas Satpol PP dan […]