Bobol Dinding Beton Tetangga, Warga Prabumulih Curi Cangkul dan Sendok Semen

Irene

Bobol Dinding Beton Tetangga, Warga Prabumulih Curi Cangkul dan Sendok Semen

Aksi nekat dilakukan Janu (31), warga Desa Pangkul, Kecamatan Cambai, Prabumulih, Sumatera Selatan, yang membobol rumah tetangganya. Dia ditangkap polisi setelah dilaporkan korban dan kini mendekam di sel tahanan.

Pelaku mencuri di rumah korban bernama Sonjaya (29) yang berjarak hanya puluhan meter saja dari rumahnya, Sabtu (1/8) dini hari. Pelaku membobol dinding rumah di bagian belakang rumah korban.

Setelah berhasil masuk, pelaku mengambil dua buah cangkul, sebuah sekop, dan sebuah centong semen. Begitu hendak kabur, dia melihat mesin air yang masih terpasang dan turut dibawanya kabur.

Dari penyelidikan, petugas berhasil mengungkap identitas pelaku. Akhirnya, pelaku ditangkap tanpa perlawanan dengan barang bukti semua hasil kejahatannya.

Kapolres Prabumulih AKBP I Wayan Sudarmaya mengungkapkan, tersangka saat ini ditahan di sel tahanan Mapolsek Cambai sambil menunggu kelengkapan berkas perkara. Dari aksinya itu, korban mengalami kerugian sebesar Rp 800 ribu.

“Tersangka mencuri peralatan pertukangan, hanya mesin air yang cukup berharga, tapi tetap masuk kategori kejahatan,” ungkap Wayan, Jumat (11/9).

Dari pengakuannya, tersangka berdalih baru pertama kali melakukan kejahatan. Kemungkinan tersangka hanya mengambil barang-barang itu dan tidak sempat mencuri barang berharga lain karena takut dipergoki pemiliknya.

“Barang bukti sudah diamankan dari rumahnya, masih utuh. Mungkin untuk dipakai sendiro bukan dijual,” ujarnya.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman tujuh tahun penjara. Wayan mengimbau warga agar segera melapor jika menjadi korban kejahatan sehingga dapat diproses penyidik dan mengungkap kasusnya. [gil]

Next Post

Pensiunan PNS di Aceh Tenggara Ditangkap Terkait Kasus Penipuan Rumah Bantuan

Polres Kota Subulussalam, Aceh, menangkap RM (65), seorang pensiunan pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Aceh Tenggara. Dia diduga kuat sebagai pelaku tindak pidana kasus penipuan rumah bantuan bersumber dari Kementerian Sosial Republik Indonesia. Dalam kasus ini jumlah kerugian yang dialami oleh para korban ditaksir mencapai Rp800 juta hingga Rp1,2 […]