BNPB: Luapan Sungai Harau Sebabkan Banjir di Kabupaten Lima Puluh Kota

Irene

BNPB: Luapan Sungai Harau Sebabkan Banjir di Kabupaten Lima Puluh Kota

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati merilis data bencana banjir di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Tercatat, bencana tersebut terjadi setelah Sungai Harau meluap karena intensitas curah hujan tinggi.

“Berdasarkan laporan sementara, banjir terjadi di Nagari Taram, Kecamatan Harau dan Nagari Batu Payung di Kecamatan Lereh Sago Halaban,” tulis Raditya dalam siaran pers diterima, Minggu (6/9).

Dia menambahkan, hasil pantauan udara, titik banjir terdapat di beberapa rumah, ruas jalan dan area persawahan. Hingga saat ini Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Lima Puluh Kota masih melakukan kaji cepat dan berkoordinasi dengan instansi terkait.

Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Minangkabau, lanjut Raditya, sebagian besar wilayah Provinsi Sumatera Barat saat ini masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat dan petir serta angin kencang.

“Melihat situasi ini, kami meminta agar pemangku kebijakan di daerah dapat melakukan upaya mitigasi bencana dan segera mengambil tindakan yang dianggap perlu dalam kaitan pengurangan risiko bencana,” tutupnya.

Berikut wilayah berpotensi hujan, Kepulauan Mentawai (Siberut Utara, Siberut Barat), Lima Puluh Kota (Kapur IX, Gunung Mas, Bukit Barisan), Padang Pariaman (Batang Anai), Kabupaten Solok (Hampir merata di seluruh wilayah kecamatan), Kota Solok, Padang (Koto Tangah), Sijunjung (Sumpur Kudus, Koto Tujuh, Kupitan, IV Nagari, Tanjung Gadang, Sijunjung), Sawahlunto, Pesisir Selatan (Koto IX Tarusan, IV Nagari Bayang, Bayang, IV Jurai), Solok Selatan (Sangir Batang Hari, Sangir Balai Janggo), Dharmasraya (IX Koto, Asam Jujuhan, Koto Besar, Pulau Punjung)

Kemudian, berikut adalah wilayah dengan intensitas hujan sedang hingga lebat disertai kilat dan petir serta angin kencang juga dapat meluas ke wilayah Padang Pariaman (Lubuk Alung), Tanah Datar, Payakumbuh, Limapuluh Kota (Lareh Sago Halaban, Situjuah Limo Nagari, Luhak, Harau, Mungka).

Reporter: M Radityo
Sumber: Liputan6.com [fik]

Next Post

Menengok Kecanggihan Alugoro, Kapal Selam Pertama RI yang Bikin Takjub Se-ASEAN

Pemerintah memastikan proyek kapal selam pertama Indonesia, Alugoro, yang dirakit oleh PT PAL Indonesia akan tetap berjalan di tahun 2021 melalui Penyertaan Modal Negara (PMN). Ternyata, Indonesia mencatatkan sejarah sebagai negara pertama di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) yang mampu memproduksi kapal selam sendiri. Alugoro juga memiliki spesifikasi yang tidak bisa […]