BMKG Sebut Petani Harus Paham Informasi Cuaca & Iklim untuk Jaga Produksi Pertanian

Irene

BMKG Sebut Petani Harus Paham Informasi Cuaca & Iklim untuk Jaga Produksi Pertanian

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati menyampaikan, pemahaman informasi iklim dan cuaca bagi petani akan menjadi faktor penting untuk menjaga stabilitas produksi pertanian.

“Dengan memahami informasi cuaca dan iklim yang dikeluarkan oleh BMKG, bapak ibu dapat memutuskan kapan harus mulai tanam. Kalau kita tahu seminggu lagi sudah masuk hujan kita bisa memutuskan, kalau kita tahu ini masih musim kering terus kita juga bisa memutuskan, apakah saya harus menanam di musim kering atau jika memang ingin menanam apa yang harus ditanam,” kata Dwikorita saat membuka kegiatan Sekolah Lapangan Iklim (SLI) Operasional di Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (19/8).

Dwikorita mencontohkan kesuksesan pemahaman dan pemanfaatan informasi cuaca iklim oleh petani bawang merah di Temanggung. Dengan panduan dari petugas BMKG, petani menyesuaikan waktu tanam sehingga waktu panen mundur satu bulan. Alhasil, ini membuahkan keuntungan bagi petani bawang di Temanggung.

“Keuntungannya apa? Saat mereka panen, pesaingnya sudah tidak ada. Di tempat-tempat lain baik di Temanggung, Brebes atau pun kabupaten di sekitarnya stok bawang merah sudah habis. Jadi petani yang baru panen di Temanggung ini akhirnya harganya melompat dari yang biasanya Rp13.000 sampai Rp14.000 harganya menjadi Rp22.000 hingga Rp23.000 per kilogram. Bahkan mereka bisa mengupah buruh tani sebesar Rp100.000 per hari. Tentu ini sangat dirasakan manfaatnya, terlebih di saat kondisi pandemi seperti ini,” ungkap Dwikorita.

Dwikorita juga mengajak peserta SLI Operasional yang terdiri dari petugas penyuluh pertanian lapangan (PPL), petugas pengendali organisme pengganggu tumbuhan (POPT), petani, serta bintara pembina desa (Babinsa) TNI AD untuk menggunakan mobile apps infoBMKG dan media sosial BMKG guna memperoleh informasi cuaca dan iklim secara realtime dan kontinyu.

“Di situ ada informasi-informasi rutin baik cuaca sampai seminggu ke depan sampai informasi iklim, jadi kita bisa tahu kapan masuk puncak musim kemarau. Jadi mohon sering memonitor infoBMKG baik dari aplikasi mobile ataupun dari media sosial,” jelasnya.

Dwikorita mengajak seluruh pihak terkait untuk bersama-sama memahami cuaca dan iklim melalui berbagai cara. Dia pun berharap kegiatan SLI Operasional ini nantinya dapat berlangsung secara rutin dan merata di seluruh wilayah Indonesia.

Reporter: Yopi Makdori [ray]

Next Post

Anies sebut Temuan Kasus Baru Covid-19 adalah Kabar Baik, Cegah Penyebaran

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melihat penemuan kasus baru Corona Virus Desease 2019 (COVID-19) bukanlah kabar buruk, melainkan sesuatu yang menggembirakan. Karena itu, kata dia, persepsi masyarakat Jakarta dalam melihat kasus COVID-19 perlu ditata ulang. Dengan penemuan kasus baru, maka bisa dilakukan isolasi sehingga risiko penularan wabah semakin kecil. “Kita […]