Bertambah 61 Orang, Kasus Positif Covid-19 Terus Melonjak di Aceh

Irene

Bertambah 61 Orang, Kasus Positif Covid-19 Terus Melonjak di Aceh

Sejak pertama kali ditemukan kasus positif Covid-19 pada Maret 2020 lalu, jumlah pasien terinfeksi terus melonjak. Terutama memasuki September 2020 terus mengalami peningkatan.

Kasus baru kembali bertambah di Serambi Makah sebanyak 61 kasus dan meninggal 2 kasus. Secara akumulatif pasien positif menjadi 1.944 orang.

Memasuki awal September, Selasa (1/9) Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Aceh melaporkan ada penambahan 16 orang pasien positif. Mengalami peningkatan drastis Rabu (2/9) sebanyak 48 kasus.

Angka makin mengalami peningkatan ditemukan Kamis (3/9) menjadi 85 kasus dan Jumat (4/9) tembus 90 orang kasus positif ditemukan. Meskipun Sabtu (5/9) 61 kasus, tetapi angka cukup signifikan ditemukan di Tanah Rencong.

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani mengatakan, kasus positif baru 61 orang tersebut merupakan warga Aceh Selatan sebanyak 19 orang, Simeulue 11 orang, Aceh Barat Daya 6 orang, Aceh Tamiang dan Kota Banda Aceh masing-masing 5 orang. Warga Aceh Barat dan Nagan Raya sama-sama 4 orang, Aceh Besar 3 orang, Pidie 2 orang, warga Bireuen dan Aceh Timur masing-masing 1 orang.

Selanjutnya SAG, sapaan akrap Jubir melaporkan jumlah akumulatif Covid-19 di Aceh per tanggal 5 September 2020, pukul 15.00 WIB, telah mencapai 1.944 orang, dengan rincian 1.168 orang dalam penanganan tim medis di rumah sakit rujukan atau isolasi mandiri, 700 orang dinyatakan sembuh, 76 orang meninggal dunia.

Sementara itu, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) secara akumulasi menjadi 275 orang. Ada penambahan PDP baru sebanyak 3 orang. Dari jumlah tersebut, 31 PDP dalam penanganan tim medis dan 229 telah sembuh dan 15 orang lainnya meninggal dunia.

Sedangkan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di seluruh Aceh hari ini bertambah 3 orang, yang secara akumulatif menjadi 2.529 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.444 orang sudah selesai masa pemantauan, dan sebanyak 85 orang dalam pemantauan Tim Gugus Tugas Covid-19.

SAG mengatakan, kasus-kasus baru Covid-19 akan terus bertambah bila belum tumbuh kesadaran bersama, bahwa Covid-19 bisa dilawan dengan cara sangat sederhana.

Virus corona tak leluasa menular apabila semua orang disiplin mencuci tangan dengan sabun, tidak berkerumun, menjaga jarak antarsesama, dan memakai masker seperti pakaian yang wajib dikenakan sehari-hari.

Melonjaknya kasus-kasus baru belakangan ini karena proses tracing terus dilakukan di kabupaten/kota. Setiap satu orang Covid-19 yang ditracing ditemukan dua atau tiga kasus baru yang merupakan kontak eratnya.

“Mereka ikut terinfeksi karena kontak erat, tinggal serumah, satu ruangan kerja, dan tidak memakai masker,” kata SAG. [bal]

Next Post

Sanksi Masuk Peti Jenazah Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan Dinilai Tak Efektif

Penerapan sanksi masuk peti jenazah bagi pelanggar protokol kesehatan Coronavirus Disease (Covid-19) menuai kritik. Hukuman itu sebelumnya diberlakukan bagi warga kedapatan melanggar protokol kesehatan di wilayah Jakarta Timur. Pelanggar protokol kesehatan Covid-19 ke dalam peti jenazah dilakukan petugas Satpol PP dan Kecamatan Pasar Rebo pada Rabu (2/9) hingga Kamis (3/9). […]