Begini Desain Kampung Akuarium yang akan Ditata Pemprov DKI

Irene

Begini Desain Kampung Akuarium yang akan Ditata Pemprov DKI

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan penataan Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara, dimulai pada September 2020 dan selesai Desember 2021. Penataan tersebut sebagai tindak lanjut Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 878 tahun 2018 tentang Gugus Tugas Pelaksanaan Penataan Kampung dan Masyarakat.

“Pembangunan Kampung Akuarium rencananya dimulai pada September 2020 direncanakan selesai pada Desember 2021 atau kemungkinan lebih cepat,” ujar Pelaksana tugas Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman DKI Jakarta Sarjoko usai menghadiri peletakan batu pertama sebagai simbolis penataan Kampung Akuarium, Senin (17/8).

Nantinya, kampung tersebut akan ditata di atas lahan seluas 10,000 meter persegi yang akan terdiri dari 5 blok, dan diisi oleh 241 hunian dengan tipe 36. Untuk desain penataan, disebutkan Sarjoko melibatkan partisipasi warga Kampung Akuarium dan telah melalui sidang tim ahli cagar budaya dan sidang pemugaran, tim ahli bangunan gedung.

Sarjoko menambahkan, budget yang akan dikeluarkan untuk penataan Kampung Akuarium berkisar Rp 62 miliar.

“Dari segi pelaksanaan anggarannya seperti yang sudah saya sampaikan, ini adalah kewajiban dari pengembang sebagaimana diatur dalam Pergub 112 tahun 2019, anggarannya kurang labih sekitar Rp62 miliar,” ucapnya.

Dalam acara tersebut turut hadir Gubernur DKI Anies Baswedan yang mengatakan bahwa kehadiran Kampung Akuarium merupakan wujud keadilan bagi seluruh warga Jakarta.

“PR kita di tempat ini, kita ingin menghadirkan keadilan. Kita ingin seluruh warga memiliki hunian layak, sehingga mereka dapat bertumbuh kembang menjadi warga kota yang tetap mempertahankan karakter kampung. Karena Jakarta memiliki tradisi panjang tentang perkampungan. Karena itu saya mendukung sekali istilah yang dibangun di sini bukan rumah susun, tapi Kampung Susun Akuarium,” kata Anies.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pembangunan Kampung Akuarium nantinya akan menjadi percontohan dan pelopor kampung urban/perkotaan.

Seperti diketahui sebelumnya Pemprov DKI dan para stakeholdernya telah memiliki rencana untuk menata 21 kampung lainnya di Provinsi DKI Jakarta.

“Insya Allah apa yang dikerjakan di tempat ini akan diteruskan di tempat-tempat lain yang sudah masuk dalam rencana kita (penataan 21 kampung). Karena itu apa yang dikerjakan di tempat ini akan menjadi tonggak baru penataan kampung di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Hal yang perlu menjadi perhatian dalam penataan Kampung Akuarium ini menurut Anies adalah pada proses perencanaannya yang memakan waktu lumayan panjang karena melibatkan berbagai pihak dan menyerap berbagai aspirasi dari warga.

“Rancangannnya sudah kita lihat dan telah didiskusikan dengan warga. Ada aspirasi warga disini dan proses penyusunannya panjang ada aspirasi yang bermacam-macam, membutuhkan kesabaran ekstra dalam perancanaan ini, sehingga matang untuk dieksekusi dan semoga lancar,” terangnya.

Dalam sambutannya, Anies juga mengucapkan apreasiasi ke semua pihak, di antaranya para anggota dewan yang mendukung rencana Penataan Kampung smSusun, organisasi masyarakat, Jaringan Rakyat Miskin Kota (JRMK), Urban Poor Consortium (UP), dan Rujak Center for Urban Studies yang menjadi fasilitator warga Kampung Akuarium, dunia internasional seperti UN Special Rapporteur yang juga melakukan penelitian serta menyumbangkan idenya untuk pembangunan Kampung akuarium, serta PT Almaron Perkasa sebagai pihak swasta yang berkolanorasi dalam pembanguan Kampung Susun Akuarium.

“Perjalanan masih panjang, ini masih satu babak lagi, babak pembangunan, kita harus tetap kerja keras kerja tuntas rendah hati dan kita memohon kepada Allah dimudahkan dalam pembangunan ini serta berdoa agar diberikan kesehatan agar nantinya dapat menempati kampung susun ini,” pesannya. [ded]

Next Post

Launching Bela Pengadaan dan Laman UMKM, Dukung Pemulihan Ekonomi

Presiden Jokowi melalui Perpres Nomor 16 Tahun 2018, meminta kementerian untuk membeli dan belanja produk UMKM di anggaran 2020. Potensi alokasi anggaran sekitar Rp307 triliun dari belanja kementerian/lembaga diharap bisa dimanfaatkan UMKM. Di saat yang sama, Kementerian BUMN juga menginstruksikan para Perusahaan BUMN untuk menjalin kerja sama bisnis pengadaan barang […]