Baznas Banyuwangi Salurkan Bantuan Rp50 Juta untuk Penanganan Covid-19 di Ponpes

Irene

Baznas Banyuwangi Salurkan Bantuan Rp50 Juta untuk Penanganan Covid-19 di Ponpes

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Banyuwangi menyerahkan donasi kepada Satgas Penanganan virus Corona (Covid 19) Banyuwangi. Bantuan senilai Rp 50 juta tersebut diberikan untuk membantu penanganan kasus Covid-19 di salah satu pondok pesantren yang menjadi kluster.

Ketua Baznas Banyuwangi, Samsudin Adlawi mengatakan bantuan senilai Rp50 juta itu diserahkan untuk bisa digunakan satgas dalam penanganan kasus Covid-19 khususnya di pondok pesantren. Bantuan tersebut diterima langsung Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di posko penanganan Covid-19, Senin, (31/8).

“Kami bersinergi bersama Satgas untuk aktif membantu penanganan santri. Kami harus saling bahu membahu untuk mempercepat penanganan ini,” ujar Samsudin.

Penyaluran bantuan lewat Satgas Covid-19 Banyuwangi, kata Samsudin, sudah sesuai dengan arahan Baznas Pusat.

“Baznas Pusat meminta kami berkoordinasi dengan pemkab dalam penyaluran bantuan. Kami berharap, bantuan ini bisa membantu kebutuhan untuk penanganan santri,” kata Samsudin.

Samsudin berjanji, Baznas akan terus memantau perkembangan kasus Covid-19. Pihaknya juga siap membantu bila diperlukan.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan Baznas.

“Di tengah situasi semacam ini, kita semua harus saling mendukung satu sama lain agar kasusnya bisa segera tertangani,” ujar Anas.

Untuk penanganan Covid-19 di ponpes, pemkab telah berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Pemkab memback up semua keperluan di lapangan sebagaimana supervisi Kemenkes dan Pemprov Jatim. Misalnya, penanganan kesehatan didukung tim gabungan dari Kemenkes dan Pemprov Jatim, namun tetap 60 persen tenaga kesehatan di lapangan dari Dinkes Banyuwangi,” jelas Anas.

Memasuki masa karantina, pemerintah menyediakan 18.000 porsi makanan untuk kebutuhan makan harian penghuni pondok pesantren.

“Setiap harinya juga akan disiapkan 18 ribu bungkus nasi untuk mereka. Makanan ini juga melalui serangkaian supervisi, termasuk jumlah kalori dan gizinya,” imbuh Anas. [hhw]

Next Post

Pemkot Bengkulu Hapus Lingkungan Kumuh Melalui Program KOTAKU

Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) adalah satu dari sejumlah upaya strategis Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk mempercepat penanganan permukiman kumuh di Indonesia dan mendukung 'Gerakan 100-0-100'. Yaitu 100 persen akses universal air minum, 0 persen permukiman kumuh, dan 100 persen akses sanitasi layak. Arah […]