Angkot, Alat Pertanian & Perkebunan di Sumsel Dapat Tambahan Subsidi 3 Juta Liter

Irene

Angkot, Alat Pertanian & Perkebunan di Sumsel Dapat Tambahan Subsidi 3 Juta Liter

Angkutan transportasi umum (orang), alat pertanian, dan perkebunan di Sumatera Selatan akan mendapatkan tambahan jatah bahan bakar minyak jenis solar subsidi untuk memperbaiki perekonomian dampak pandemi Covid-19. Tak tanggung-tanggung, jumlah solar yang diberikan sebanyak 3 juta liter.

Gubernur Sumsel Herman Deru mengungkapkan, subsidi tersebut diproyeksikan akan membantu sektor-sektor yang menjadi pendorong perekonomian daerah. Dia memastikan subsidi diberikan tepat sasaran dan pihak yang membutuhkan atau terdampak.

“Pemerintah sudah siapkan tambahan 3 juta liter solar subsidi untuk Sumsel, diperuntukkan bagi transportasi orang, alat operasional pertanian, dan perkebunan,” ungkap Deru, Jumat (7/8).

Menurut dia, subsidi tersebut akan menggeliatkan perekonomian yang pada triwulan kedua tahun ini terkontraksi -1,37 persen dibanding periode yang sama pada 2019. Dirinya optimistis triwulan ketiga pertumbuhan ekonomi akan meningkat seiring sejumlah sektor mulai beraktivitas dalam situasi menuji new normal.

“Target kami seperti itu, ekonomi masyarakat naik dan tentu berdampak pada pertumbuhan dan pembangunan daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas M Fanshurullah Asa menjelaskan, di tahun ini Pertamina mengalokasikan solar subsidi di Sumsel mecapai 557,688 juta liter. Realisasi penyaluran hingga Juni 2020 telah mencapai 244,972 juta liter atau 51,2 persen. Subsidi solar lebih besar dari premium sebanyak 256,438 juta liter dan realisasi lebih separuhnya.

“Realisasinya cukup bagus, sesuai target hingga pertengahan tahun,” kata dia.

Dia menyebut pihaknya akan meminimalisir penyimpangan penyaluran di lapangan. Langkah dilakukan adalah peningkatan kerjasama dengan kepolisian dan menambah tenaga pengawas, serta mendata nomor kendaraan pengangkut menggunakan EDC (Electronic Data Capture) yang saat ini digunakan 55 SPBU dari 136 secara keseluruhan di Sumsel.

“Kami minta Pertamina menambah alat ini agar penyimpangan penyaluran bisa diminimalisir,” katanya. [rhm]

Next Post

Mobilitas Tinggi Sejak AKB, Diprediksi ada Ribuan Kasus Baru Covid-19 di Jabar

Pelonggaran aktivitas setelah tidak ada lagi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tingkat provinsi berpengaruh pada zona kerawanan di sejumlah daerah di Jawa Barat. Mobilitas masyarakat di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) yang kembali tinggi diprediksi akan ada ribuan kasus positif Covid-19 dalam waktu dekat. Perwakilan Divisi Perencanaan Riset dan Epidemiologi […]