Ganjil Genap Kembali Berlaku, Armada Transjakarta Ditambah

Farah

Langkah penambahan armada Transjakarta dilakukan guna mengantisipasi lonjakan penumpang yang diprediksi akan meningkat seiring pemberlakuan ganjil-genap.

Jakarta, Indonesia —

Dinas Perhubungan DKI Jakarta menambah jumlah armada bus Transjakarta hingga 25 persen selama pemberlakuan ganjil-genap di masa pandemi infeksi virus corona (Covid-19).

“Jadi, setelah kami petakan, ada 10 koridor yang langsung bersinggungan rutenya dengan ruas jalan yang ada [pemberlakuan sistem] ganjil-genap. Maka, [dalam] 10 koridor tersebut, seluruh armadanya kami tambah 25 persen,” ujar Kepala Dishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (2/8).

Syafrin mengatakan, langkah itu diambil guna mengantisipasi lonjakan penumpang Transjakarta yang diprediksi akan meningkat, seiring pemberlakuan ganjil genap yang mulai berlaku di Jakarta, Senin (3/8) besok.

“Jadi tidak lagi ada bus sapu jagat yang di-standby-kan, tetapi seluruh armada yang ada ini sudah dikerahkan untuk backup pelaksanaan kebijakan ganjil genap besok,” lanjutnya.

Selain Transjakarta, Dishub DKI Jakarta juga telah mengantisipasi penumpukan di stasiun KRL dan MRT untuk mengurangi kepadatan penumpang.

Mulai besok, Transjakarta, MRT, dan KRL juga akan kembali beroperasi dengan jam normal, dengan tetap mempertahankan jumlah penumpang 50 persen dari kapasitas armada.

Halte Transjakarta Tendean terpantau cukup ramai, terlihat belasan orang yang menunggu bus Transjakarta di halte tersebut.Ilustrasi. Penambahan armada Transjakarta diberlakukan dalam rangka mengatasi penumpukan akibat sistem ganjil-genap. ( Indonesia/ Yogi Anugrah)

Lebih lanjut, Syafrin mengatakan, keputusan untuk mulai memberlakukan sistem ganjil-genap didorong oleh perilaku warga yang dinilainya telah sadar dalam memahami dan mematuhi protokol kesehatan untuk memutus rantai penyebaran infeksi virus corona (Covid-19).

“Kepatuhan warga di angkutan umum, apakah itu di Transjakarta, MRT, dan KRL dalam menggunakan masker itu 100 persen,” kata dia.

Peningkatan Volume Kendaraan saat Pandemi

Syafrin juga menjelaskan, pemberlakuan ganjil genap juga diberlakukan setelah volume kendaraan di Jakarta terus meningkat. Bahkan, angka peningkatan melebihi sebelum masa pandemi.

Sebagai contoh, sebelum pandemi, kawasan Cipete dipenuhi oleh sekitar 74 ribu kendaraan per hari. Namun, kini angka itu meningkat menjadi 75 ribu kendaraan per hari.

Lihat juga:

Ganjil Genap Berlaku dan Cemas Pekerja Naik Angkutan Umum

Demikian pula halnya di kawasan Sudirman. Rata-rata volume kendaraan sebelum pandemi mencapai 127 ribu, dan kini meningkat menjadi 145 ribu kendaraan per hari.

Sebagaimana diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah memutuskan untuk kembali menerapkan sistem ganjil genap di Ibu Kota besok, Senin (3/8), di tengah lonjakan kasus infeksi virus corona.

Setidaknya tercatat, sebanyak 25 ruas jalan di Jakarta akan kembali memberlakukan sistem ganjil-genap. Penerapan ganjil-genap akan berlaku antara pukul 06.00-10.00 WIB dan 16.00-21.00 WIB.

Sementara itu, jumlah kasus pasien terinfeksi positif virus corona (Covid-19) di Jakarta hingga data Sabtu (1/8) sore tercatat sebanyak 21.575 kasus. Dengan jumlah itu, tercatat ada penambahan 374 kasus pada kemarin.

(khr/asr)

[Gambas:Video ]

Next Post

Alicia Keys Garap Dokumenter soal Seleb Perempuan Kulit Hitam

Jakarta, Indonesia — Musisi sekaligus aktris asal Amerika Serikat, Alicia Keys, akan menjadi produser eksekutif film dokumenter yang menyoroti kehidupan selebritas perempuan kulit hitam di dunia hiburan. Bertajuk American Masters: How It Feels to Be Free, film ini merupakan hasil adaptasi dari novel bertajuk How It Feels to Be Free: […]