Ganja Hidroponik di Surabaya, Pohon Terbesar Usia 3 Bulan

Farah

Jakarta, Indonesia — Kepolisian Daerah Jawa Timur menggerebek sebuah rumah di Lidah Kulon Surabaya, tempat penanaman ganja dengan cara hidroponik dan menangkap satu tersangka berinisial D.

Hidroponik adalah teknik menanam dengan memanfaatkan air dan nutrisi buatan tanpa menggunakan tanah. Direktur Resnarkoba Polda Jatim Kombes Pol Cornelis M Simanjuntak menyampaikan tersangka menanam 27 pohon ganja dengan cara hidroponik sejak Desember 2019.

“Pohon ganja yang paling besar berusia tiga bulan, sedangkan yang paling kecil masih berusia dua minggu,” kata Cornelis, Rabu (4/3).

Dari pengakuan tersangka, kata dia, ganja ditanam dengan cara diletakkan di medium tanam dilapisi kapas dan diberi air. Tanaman dibiarkan hingga keluar seperti kecambah, kemudian dipindahkan ke pot lebih kecil.

“Ganja akan ditaruh ke pot kecil sampai mempunyai tinggi 25 sentimeter. Nanti akan dipindahkan ke pot yang lebih besar sampai tingginya 40 sentimeter,” ungkapnya.

Ganja dengan tinggi 40 sentimeter itu kemudian dipindahkan ke pot lebih besar, diletakkan di luar agar terkena sinar matahari yang cukup di belakang rumahnya.

Tersangka D, lanjut dia, mengaku memperoleh bibit ketika membeli daun ganja dari salah seorang narapidana di lembaga pemasyarakatan (lapas).

[Gambas:Video ]
“Sementara hasil penanaman ganja ini dikonsumsi sendiri oleh tersangka. Yang dari pohon setinggi 40 sentimeter sudah dua kali dikonsumsi,” ujarnya.

Lihat juga:

Jubir Wapres Kritik Usul Politikus PKS soal Legalisasi Ganja

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko di sela penggerebekan di Surabaya, mengatakan polisi masih mendalami kasus penanaman ganja secara hidroponik ini.

“Polda Jatim mengungkap rumah penanaman ganja melalui cara hidroponik. Ganja ini asal dari Sumatera dan kami masih mendalami kasusnya,” ujar Trunoyudo.

(Antara/wis)

Next Post

Pemprov DKI Keluarkan Edaran Berisi SOP Bagi Industri Pariwisata Sikapi Corona

Dinas Pariwisata dan Ekonimi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta mengeluarkan surat edaran tentang peningkatan kewaspadaan terhadap virus corona yang ditujukan bagi industri pariwisata. “Surat edaran kita terbitkan Rabu (4/3) kemarin ditujukan kepada semua industri pariwisata seperti hotel, restoran, tempat hiburan, tempat rekreasi, mal dan lainnya,” kata Kepala Disparekraf DKI Jakarta, Cucu […]