Gandeng Fintech dan E-Commerce, Bank Mandiri Target Salurkan Rp1 Triliun ke UMKM

Irene

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk tengah gencar mengucurkan modal untuk pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Salah satunya lewat penandatanganan kerjasama dengan sejumlah platform e-commerce dan financial technology (fintech) P2P dalam menyalurkan pinjaman kepada pelaku UMKM di Jakarta.

Direktur Utama Bank Mandiri, Royke Tumilaar mengatakan, kerjasama tersebut sangat strategis lantaran sampai akhir 2019 lalu pihaknya dapat menyalurkan pinjaman kepada UMKM lebih dari Rp100 miliar. Dia berharap, pada tahun ini potensi dana yang tersalurkan mencapai Rp1 triliun.

“Dengan menjadikan platform e-commerce dan fintech sebagai mitra dalam penyaluran kredit, Mandiri ingin membuktikan komitmen untuk terus mendukung pertumbuhan ekonomi digital dan sektor riil nasional. Ke depannya, Mandiri akan terus membuka akses ini dengan merangkul platform-platform digital lain yang potensial untuk menjangkau UMKM,” ujar Royke di Jakarta, Rabu (26/2).

Berbekal pengalaman yang panjang dalam pengelolaan kredit, beberapa tahun terakhir Mandiri telah menerapkan transformasi digital pada proses internal sehingga pemrosesan kredit menjadi sangat ringkas. Sedangkan dari sisi teknologi, Bank Mandiri membangun kolaborasi dengan platform TI seperti PrivyID, Trusting Social Indonesia (TSI), dan Mitra Transaksi Indonesia (MTI) untuk memastikan kecepatan dan ketepatan dalam penyaluran kredit UMKM.

“Partner plaform TI tersebut dibutuhkan untuk menyiapkan teknologi penunjang seperti scoring model berbasis machine learning, e-KYC biometric, dan penggunaan tanda tangan digital, untuk melengkapi proses internal kita yang sudah sangat ringkas,” katanya.

1 dari 1 halaman

Penuhi Prinsip GCG

Disebutkan juga bahwa dari aspek manajemen risiko, Bank Mandiri memastikan bahwa proses penyaluran kredit secara non-tradisional ini akan memenuhi prinsip kehati-hatian dan tata kelola perusahaan yang baik (GCG).

“Penggunaan alternatif data diperlukan untuk pengembangan scoring kredit yang customized sesuai dengan karakteristik target market UMKM yang beragam dan untuk menyesuaikan diri dengan ekosistem ekonomi digital. Harapannya, kerjasama ini tetap dapat memperhatikan kualitas penyaluran kredit UMKM berbasis platform sehingga rasio NPL terjaga dengan baik,” tuturnya.

“Kolaborasi ini akan membuat bank lebih cepat beradaptasi pada perubahan di luar, seperti semakin berkembangnya bisnis model economic sharing,” pungkas Royke.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com

[idr]

Next Post

Korban Jiwa Bertambah, Korsel Catat 1.146 Kasus Virus Corona

Jakarta, Indonesia — Korea Selatan¬†kembali mencatat satu kematian karena infeksi virus corona pada Rabu (26/2). Tercatat 12 korban meninggal dunia karena infeksi Covid-19. Korban merupakan seorang pria (73) yang sebelumnya mengidap diabetes. Ia diketahui sebagai anggota sekte Gereja Yesus Shincheonji di Daegu. Mengutip , hingga Rabu, wabah virus corona di […]