Fakta Hujan Meteor Bootid, Terlihat di RI Kala Senja 27 Juni

Farah
Jakarta, Indonesia —

Hujan meteor Bootid diperkirakan akan mencapai puncaknya pada tanggal 27 Juni 2020. Hujan yang terdiri Komet itu dapat disaksikan di Indonesia tanpa alat bantu di lokasi yang gelap.

Puncak meteor Bootid terjadi pada bulan yang sama dengan puncak hujan meteor Arietid. Sama-sama dapat dilihat tanpa alat bantu, sebanyak 50 meteor dapat terlihat ketika puncak hujan meteor Arietid.

Berikut fakta yang perlu diketahui tentang hujan meteor Bootid:

Peristiwa Tahunan

Melansir Space Weather, hujan meteor Bootid merupakan perisitwa tahunan. Hujan meteor Juni Bootid aktif setiap tahun mulai tanggal 26 Juni hingga 2 Juli. Puncaknya terjadi pada 27 Juni.

Sumber dari meteor Bootid adalah komet 7P / Pons-Winnecke, yang mengorbit Matahari setiap 6,37 tahun sekali. Komet mengikuti jalur elips yang membawanya dari titik dekat orbit Bumi ke tepat di luar orbit Jupiter. Pons-Winnecke terakhir kali mengunjungi tata surya bagian dalam pada tahun 2002.

100 Meteor Per jam

Pada tanggal 27 Juni 1998, pengamat langit di bagian utara terkejut ketika meteor tiba-tiba mulai mengalir keluar dari rasi Boot. Pengamat melihat sebanyak 100 meteor per jam selama ledakan yang berlangsung selama 7 jam.

Peristiwa itu ternyata bukan pertama kalinya terjadi. Ledakan serupa dari rasi Boot telah direkam pada tahun 1916, 1921 dan 1927. Para astronom menyebut meteor-meteor yang tidak dapat diprediksi ini sebagai Bootid Juni.

Sisa Komet

Melansir National Geographic , Bootids diduga disebabkan oleh puing-puing seukuran butiran pasir yang tersisa dari komet yang lewat, seperti sebagian besar hujan meteor tahunan lainnya.

Ketika sebuah komet mendekati matahari, esnya menguap, melepaskan butiran debu dan kadang-kadang gumpalan batu kecil. Jejak puing itu kemudian mengendap di orbit mengelilingi matahari.

Saat Bumi melewati jejak partikel komet, debu terbakar di atmosfer, menciptakan garis-garis terang yang terlihat sebagai meteor.

Komet Lambat

Bootids dikenal sebagai meteor yang cerah dan relatif lambat dengan kecepatan sekitar 40.000 mil (64.000 kilometer) per jam. Kecepatan itu kurang dari sepertiga kecepatan kebanyakan meteor tahunan lainnya.

Lihat juga:

LAPAN: Asteroid Benda Langit yang Ancam Makhluk Bumi

Observatorium Bosscha Institut Teknologi Bandung mengabarkan puncak hujan meteor Bootid akan berlangsung pada Sabtu (27/6). Bosscha menyebut fenomena astronomi itu bisa disaksikan sejak senja di Indonesia.

“Puncak hujan meteor Bootid 27 Juni, tampak sejak senja di utara – timur laut hingga terbenam pada 01:59 waktu lokal,” kutip Observatorium Bosscha di Instagram.

Observatorium Bosscha mengabarkan meteor Bootid terletak dekat konstelasi Bootes, bintang Nekkar. Dalam informasinya, Observatorium Bosscha menyebut jumlah meteor yang akan dilihat dalam satu jam aktivitas puncak bervariasi.

[Gambas:Instagram]

Lebih lanjut, Observatorium Bosscha menyampaikan puncak hujan meteor Bottid dapat disaksikan dengan mata telanjang. Akan tetapi, hal itu bisa dilakukan jika kondisi langit tidak dipenuhi cahaya.

“(Puncak hujan meteor Bootid) dapat dilihat tanpa alat bantu dalam kondisi langit gelap,” kutip Observatorium Bosscha.

Lihat juga:

BMKG Sebut Aktivitas Ionosfer Tak Perlu Dikhawatirkan

(jps/DAL)

[Gambas:Video ]

Next Post

AS Duga Rusia Mata-matai Serangan Taliban

Jakarta, Indonesia — Intelijen Amerika Serikat telah menyimpulkan bahwa Rusia menawarkan hadiah kepada gerilyawan yang memiliki hubungan dengan Taliban untuk membunuh pasukan koalisi pimpinan AS di Afghanistan. Dilansir dari AFP, kabar tersebut pertama kali diberitakan oleh The New York Times. Surat kabar itu mengutip para pejabat anonim dan mengatakan bahwa Trump telah diberitahu […]