Empat Kepala Dinas yang Mundur dari Jabatannya di Era Anies Baswedan

Irene

Dua anak buah Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan kembali mengundurkan diri dari jabatannya. Salah satunya yakni Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Subejo.

Saat ini, DKI Jakarta tengah difokuskan penanganan banjir pada Selasa (25/2/2020) yang melanda hingga 294 RW.

Anies menyebut mundurnya Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Subejo tidak akan berpengaruh dalam penanganan banjir.

“Enggak, enggak ngaruh,” kata Anies di kawasan Ancol, Jakarta Pusat, Rabu (26/2/2020).

Untuk mengisi kekosongan itu, Anies menyebut Sabdo Kurnianto ditunjuk sebagai pelaksana tugas (Plt) Kepala BPBD DKI.

Mundurnya dua pejabat DKI itu bukanlah pertama kali di era kepemimpinan Anies. Berikut sejumlah nama kepala dinas DKI Jakarta yang memilih mengundurkan diri dari jabatannya era Gubernur Anies:

1 dari 4 halaman

Kepala BPBD DKI

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Subejo mengundurkan dari jabatannya. Surat pengunduran dirinya telah diterima Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta.

“Suratnya sudah masuk sejak Senin (24/2/2020) kemarin, kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta Chaidir saat dihubungi, Rabu (26/2/2020).

Dia menjelaskan Subejo mengundurkan diri untuk menjadi bagian dari Widyaiswara Ahli Utama. Chaidir menyebut dengan berpindah adanya kesempatan bagi Subejo untuk ke kementerian.

“Dia bisa menjabat sampai usia 65 tahun, sedangkan di kepala badan hanya 60 tahun. Sekarang umur dia itu 59 tahun,” ucapnya.

Saat ini Subejo tengah cuti sebagai pegawai dan kekosongan itu digantikan oleh Sabdo Kurnianto sebagai Pelaksana harian (Plh) Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta.

2 dari 4 halaman

Kepala Dinas Perumahan

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta, Kelik Indriyanto mundur dari jabatannya. Kelik memilih mundur dan akan bergabung sebagai anggota Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP).

“Ingin gabung ke TGUPP, emang dia mau begitu,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta, Chaidir, saat dihubungi, Rabu (26/2/2020).

Chaidir menjelaskan Kelik nantinya hanya akan mendapatkan tunjangan jabatan struktural saja. Sebab sebagai anggota TGUPP, Kelik hanya sebagai tenaga fungsional ahli.

“Dia enggak punya eselon, tapi tunjangannya setara eselon III,” ucapnya.

Sementara itu, dia menyebut Kelik sudah tidak menjabat sebagai kepala dinas sejak Senin (24/2/2020).

3 dari 4 halaman

Kepala Dinas Pariwisata

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Edy Junaidi dikabarkan mengundurkan diri dari jabatannya. Hal tersebut dibenarkan Sekretaris Dispar Asiantoro.

“Tadi ya ngomong gitu (mundur) sama saya,” katanya saat dihubungi, Jumat (1/11/2019).

Asiantoro mengaku belum mengetahui pasti alasan Edy Junaidi mundur dari jabatannya. “Enggak tahu alasannya,”ucapnya.

Asiantoro menyebut penjelasan mengenai mundurnya Edy dapat dikonfirmasi pada Edy Junaidi langsung pada Senin mendatang. “Senin nanti saja,katanya.

Terkait siapa pengganti Edy, Asianto menyebut belum mengetahui penggantinya. “Belum tahu,” tandasnya.

Saat ini Kepala Dinas Pariwisata diisi oleh Cucu Ahmad Kurnia . Sedangkan Kepala Dinas Kebudayaan DKI yakni Iwan Henry Wardhana.

4 dari 4 halaman

Kepala Bappeda

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta Sri Mahendra Satria Wirawan mengundurkan diri dari jabatannya. Pengumuman mendadak itu diumumkan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

“Kepala Bappeda Bapak Mahendra mundur per hari ini,” kata Anies di Balai Kota Jakarta, Jumat (1/11/2019).

Anies menyatakan menerima pengunduran diri Mahendra. Anies menyebut Mahendra akan menjadi widyaiswara di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) DKI Jakarta.

“Pak Mahendra akan kembali jadi widyaiswara seperti posisi beliau sebelumnya. Pelaksana Tugas Kepala Bappeda dipegang oleh Ibu Suharti, Deputi Gubernur Bidang Pengendalian Penduduk dan Permukiman,” ucap Anies.

Sementara itu, Mahendra menyebut alasan mundur dirinya karena melihat situasi penyusunan anggaran DKI saat ini.

“Seperti kita ketahui, situasi dan kondisi yang terjadi saat ini yang membutuhkan tentunya kinerja Bappeda yang lebih baik lagi, saya mengajukan permohonan untuk mengundurkan diri,” ujar Mahendra.

[eko]

Next Post

Peserta Audisi The Voice Pukul Ibu Kandung, Ini Penampilannya yang Dipuji Titi DJ

Pihak Kepolisian Kupang baru saja mengamankan salah seorang peserta The Voice Indonesia 2019, TH (17) lantaran dianggap melakukan penganiayaan kepada ibu kandungnya sendiri Aplonia Henuk (45) pada Rabu, (26/2) kemarin. Dalam video berdurasi 24 detik yang beredar, diketahui TH memukul dan menendang ibu kandungnya sendiri secara membabi buta. Setelah dibagikan […]