DPRD Minta Pemprov DKI Beri Pelatihan Pelaku UMKM Terdampak Covid-19

Irene

DPRD Minta Pemprov DKI Beri Pelatihan Pelaku UMKM Terdampak Covid-19

DPRD DKI Jakarta menyampaikan sejumlah rekomendasi kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan atas laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) tahun anggaran 2019. Pada bidang ekonomi, Anies dan jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diminta fokus untuk meningkatkan industri ekonomi dan perbaikan ekonomi atas dampak pandemi Covid-19.

Rekomendasi itu disampaikan oleh anggota DPRD Yudha Permana dalam rapat paripurna.

Yudha menuturkan, selama pandemi Covid-19 hampir dipastikan sektor ekonomi di Jakarta mengalami perlambatan dan jumlah warga miskin dan rentan miskin akan bertambah.

“Sehingga diharapkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat berfokus pada sektor industri ekonomi yang tidak berdampak maupun yang terdampak serta fokus dalam perbaikan ekonomi,” tutur Yudha yang dikutip melalui channel Youtube Pemprov DKI, Rabu (20/5).

Perbaikan ekonomi yang dimaksud yakni stabilisasi harga pasar terhadap segala komoditi pokok dasar warga Jakarta, pemberian bantuan sosial kepada warga terdampak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebagai upaya memutus penyebaran virus Corona.

Selain itu, DPRD juga meminta agar Pemprov DKI memberikan pelatihan pendidikan non formal kepada usaha mikro kecil menengah (UMKM).

“Serta pelatihan pendidikan non formal kepada UMKM,” tandasnya.

Yudha menyampaikan pelatihan pendidikan kepada pelaku UMKM penting ditingkatkan mengingat laporan dari Dinas UMKM realisasi pertumbuhan UMKM baru 54,67 persen dari target.

“Oleh karena itu, DPRD rekomendasikan Dinas UMKM melakukan percepatan partisipasi pelaku UMKM dengan memberikan insentif mulai memberikan pelatihan pendampingan hingga akses permodalan,” tuturnya. [gil]

Next Post

Jokowi Peringati Hari Kebangkitan Nasional: Kita Ditantang Bersama Atasi Covid-19

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyampaikan selamat Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), yang diperingati setiap 20 Mei. Jokowi lalu mengenang berdirinya organisadi Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908. Menurut dia, berdirinya organisasi pemuda itu menandakan perjuangan masyarakat Indonesia mewujudkan bangsa yang besar dan kuat, bangsa yang bersatu serta tidak tercerai berai. […]