Di Tengah Wabah Corona, Menko Luhut Minta Pemda Tak Persulit Penyaluran Bantuan

Irene

Di Tengah Wabah Corona, Menko Luhut Minta Pemda Tak Persulit Penyaluran Bantuan

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, meminta jajaran di pemerintah pusat dan daerah untuk tidak mempersulit penyaluran atau pengiriman bantuan kepada masyarakat. Dia ingin penyaluran logistik tidak terganggu.

“Supaya jangan sampai ada aturan yang justru mempersulit penyaluran atau pengiriman logistik untuk masyarakat,” kata Menko Luhut mengingatkan saat membuka rapat via Video Conference dengan sejumlah Menteri di Jakarta, kemarin.

Menko Luhut meminta semua pihak membantu kelancaran proses logistik. “Ini saya garis bawahi, untuk penyaluran logistik itu jangan sampai ada gangguan,” kata Menko Luhut.

1 dari 1 halaman

Minta Bantuan Diperiksa Keamanan dan Kebersihan

Menko Luhut menyebut masalah logistik sangat penting dalam situasi seperti ini. Dia turut meminta bantuan yang dikirimkan diperiksa keamanannya dan dilakukan pengecekan kebersihan.

“Pengangkutan truk logistik di jalan raya ataupun kargo di pelabuhan jangan sampai ada gangguan,” ungkap Menko Luhut.

Pesan itu disampaikan Menko Luhut kepada Menko Perekonomomian Airlangga Hartarto, Menko Polhukam Mahfud MD, Menparekraf Wishnutama, perwakilan BI dan perwakilan kementerian atau lembaga lainnya.

[bim]

Baca juga:
Bantu Usaha Online Shop yang Terimbas Corona, Aurel dan Ashanty Buka Endorse Gratis
Cegah Penularan Covid-19, Santri Pesantren Tebuireng Jombang Dipulangkan
Jangan Khawatir, Ini Fakta Stok Uang Tunai di Indonesia Rp450 T Cukup untuk 6 Bulan
Daftar Negara Tidak Terjangkit Pandemi Corona, Sebagian di Asia dan Afrika
Ridwan Kamil Minta Polisi Cari Peserta di 4 Acara yang Terpapar Corona
Satu Pasien PDP Corona di Sleman Meninggal Dunia
Ada Cahaya di Ujung Lorong, Deretan Optimisme dalam Perang Melawan Pandemi Corona

Next Post

175 Tenaga Medis di RSUP Sanglah Berstatus ODP dan Jalani Isolasi

Wayan Sudana selaku Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar membenarkan, ada sebanyak 175 tenaga kesehatan di RSUP Sanglah berstatus Orang Dalam Pemantau (ODP) virus corona atau covid-19. Mereka yang berstatus ODP, terdiri dari perawat dan sebagian besar adalah residen, sebelumnya pernah kontak dengan seorang residen yang dinyatakan […]