Cegah Karhutla, Polda Kalbar Minta Warga Tak Bersihkan Lahan dengan Cara Dibakar

Irene

Cegah Karhutla, Polda Kalbar Minta Warga Tak Bersihkan Lahan dengan Cara Dibakar

Kepolisian Daerah Kalimantan Barat terus berupaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Warga diimbau tidak melakukan pembersihan lahan dengan cara dibakar.

“Apalagi sekarang Kalbar akan memasuki musim kemarau, sehingga kami imbau masyarakat tidak membersihkan lahan dengan cara dibakar, dalam mencegah Karhutla,” kata Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes (Pol) Donny Charles Go, di Pontianak. Demikian dikutip dari Antara, Jumat (26/6).

Pihaknya mulai gencar melakukan sosialisasi. Kapolda Kalimantan Barat, Irjen (Pol) R Sigid Tri Hardjanto, turun langsung memimpin apel penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menjelang musim kemarau di wilayah di PT MAR Kecamatan Teluk Pakedai, Kabupaten Kubu Raya, Kamis (25/6) kemarin.

Donny mengatakan, pelaksanaan apel dalam rangka untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan, mengingat Kalbar akan memasuki musim kemarau.

Turut hadir dalam pelaksanaan apel penanggulangan Karhutla tersebut, Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan, Ketua DPRD Kubu Raya Agus Sudarmansyah dan Pejabat Utama Polda Kalbar.

“Apel kesiapan dalam mencegah Karhutla tersebut melibatkan pihak perusahaan perkebunan sawit, Manggala Agni dan tokoh masyarakat,” ujarnya.

Donny menambahkan, langkah awal dalam mencegah Kathutla, yakni dengan secara gencar melakukan sosialisasi, dan imbauan oleh seluruh personel yang terlibat dalam operasi tersebut.

“Sosialisasi dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat sampai ke tingkat desa, untuk mengimbau warga agar tidak membakar lahan, terutama saat memasuki musim kemarau,” ujarnya.

Selain itu, dalam pelaksanaan apel ini juga melibatkan pihak korporasi yang memiliki lahan perkebunan. “Pihak korporasi juga kami libatkan, sebagai peringatan awal untuk tidak main-main dalam hal pembakaran hutan dan lahan,” tambahnya

Donny mengingatkan kembali kejadian Karhutla pada tahun 2019, Polda Kalbar menangani sebanyak 71 kasus, tujuh kasus di antaranya dilakukan oleh korporasi, dan sisa 64 kasus dilakukan perorangan, dengan luas lahan yang terbakar mencapai 4.594,72 hektare.

Kerugian di bidang ekonomi juga tidak terelakkan pada Karhutla 2019. Bandara Supadio Pontianak saat itu sempat menutup penerbangan akibat jarak pandang yang minim, katanya.

“Harapan kita tidak ada lagi Karhutla, untuk itu kami ingatkan dan tegaskan kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan,” katanya. [lia]

Next Post

Jokowi ke Banyuwangi Bawa Pesan New Normal Wisata Wajib Diiringi Protokol Ketat

Menkopolhukam Mahfud MD menyatakan, kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke Kabupaten Banyuwangi menjadi simbol bahwa era tatanan baru harus diiringi dengan semangat untuk produktif sekaligus aman dari Covid-19. Hal tersebut disampaikan Mahfud saat membuka rakor evaluasi new normal pariwisata se-Indonesia yang digelar dari Pendopo Kabupaten Banyuwangi, Kamis malam (25/6). Acara […]