Brasil Kini di Urutan Ketiga Global Kasus Corona Tertinggi

Farah

Brasil Kini di Urutan Ketiga Global Kasus Corona Tertinggi

Jakarta, Indonesia — Kasus virus corona di Brasil melonjak menjadi negara dengan penularan tertinggi ketiga di dunia. Data statistik John Hopkins University mencatat hingga Senin (18/5) Brasil memiliki 255.368 kasus corona.

Brasil kali ini melampaui Inggris, Spanyol, dan Italia dalam tempo tiga hari terakhir. Sementara angka kematian akibat Covid-19 di Brasil kini mencapai 16.792 jiwa, terbanyak keenam di dunia.

Negeri Samba berada di urutan ketiga kasus corona tertinggi setelah Amerika Serikat dengan 1.508.291 kasus dan Rusia sebanyak 290.678 kasus.

Sementara itu data yang dirilis Worldometers mencatat Brasil berada di urutan keempat dunia setelah Amerika Serikat, Rusia, dan Spanyol sebanyak 255.368 kasus.

Di kawasan Amerika Selatan, angka infeksi corona di Brasil berada di urutan pertama jauh melampaui Peru, Chile, dan Ekuador. Secara keseluruhan ada 461.372 kasus corona di Amerika Selatan.

Mengutip AFP, sejumlah ahli memperkirakan total kasus corona di Brasil 15 kali lebih tinggi atau lebih dari angka yang dirilis ke publik.

Insert Artikel - Waspada Virus CoronaFoto: Indonesia/Fajrian
Insert Artikel – Waspada Virus Corona

Meningkatnya kasus corona di Brasil tak terlepas dari upaya Presiden Jair Bolsonaro yang dianggap tidak serius menangani penyebaran virus SARS-nCov-2 tersebut.

Bolsonaro sejauh ini kerap menganggap virus corona tak ubahnya flu biasa. Ia juga mengkritik kebijakan pemerintah negara bagian yang menetapkan lockdown dan larangan bagi warga keluar rumah untuk menekan penularan virus corona.

Lihat juga:

Kasus Corona di Brasil Salip Italia dan Spanyol, RS Kewalahan

Dalam sebuah kesempatan Bolsonaro bahkan ikut turun ke jalan memprotes kebijakan lockdown dan tinggal di rumah yang berlaku di sejumlah negara bagian. Ia juga sempat menghabiskan waktu berlibur di sebuah resor ski di tengah pandemi corona.

Bolsonaro juga berselisih paham dengan menteri kesehatan terkait kebijakan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Tak terima dengan kebijakan menterinya, ia kemudian memecat dan memilih menteri kesehatan pengganti.

Hanya saja, dalam waktu kurang dari sebulan menteri kesehatan baru yang ditunjuk Bolsonaro memilih untuk mengundurkan diri tanpa alasan yang jelas. (AFP/evn)

[Gambas:Video ]

Next Post

Penyaluran Beras Bansos Bulog Capai 64,3 Persen

Jakarta, Indonesia — Perum Bulog telah menyalurkan beras untuk program bantuan sosial (bansos) sembako di wilayah Jabodetabek kepada 933.725 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Data tersebut tercatat hingga 17 Mei 2020. Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Tri Wahyudi Saleh menjelaskan realisasi penyaluran tersebut baru mencapai 64,36 persen dari total sebanyak […]