Twitter Peringati DM Pengguna Bocor

Farah

Masalah kebocoran direct message (DM), Twitter mengatakan baru saja menemukan masalah keamanan di Android 8 dan 9 yang akan berdampak bagi penggunanya.

Jakarta, Indonesia —

Twitter mengalami masalah kebocoran direct message (DM). Media sosial itu pun peringati kepada sejumlah pengguna terkait celah keamanan di aplikasi Twitter dalam sistem operasi 8 (Oreo) dan 9 (Pie).

Dari peringatan yang didapat Indonesia.com, Twitter mengatakan baru saja menemukan masalah keamanan di Android 8 dan 9 yang akan berdampak bagi penggunanya. Twitter mengatakan sebagian besar pengguna telah memperbarui aplikasi Twitter untuk Android yang telah menambal kerentanan itu.

Akan tetapi, Twitter mengatakan sekitar 4 persen pengguna masih menggunakan versi lama aplikasi Twitter yang rentan terhadap celah keamanan. Pengguna akan diberi tahu untuk memperbarui aplikasi sesegera mungkin.

Dilansir dari TechCrunch, Kamis (6/8), banyak pengguna mulai memperhatikan pemberitahuan pop-up dalam aplikasi yang memberi tahu mereka tentang masalah keamanan itu.

DM Twiter bocor pernah terjadi pada 2018

Di sisi lain, Twitter mengatakan bug keamanan kemungkinan telah terjadi kebocoran bagi pengguna aplikasi Android, tetapi Twitter mengungkap bahwa tidak ada bukti bahwa kerentanan itu pernah dieksploitasi pihak ketiga.

Bug tersebut bisa saja memungkinkan aplikasi Android berbahaya menyedot DM pengguna yang disimpan di aplikasi Twitter dengan melewati izin akses data di Android.

Namun, Twitter mengatakan bahwa bug tersebut, yang ditambal pada Oktober 2018, hanya berfungsi di Android 8 (Oreo) dan Android 9 (Pie), dan sejak itu telah diperbaiki.

Seorang juru bicara Twitter mengatakan kepada TechCrunch bahwa bug tersebut dilaporkan oleh peneliti keamanan beberapa minggu alu.

“Sejak itu, kami telah bekerja untuk menjaga keamanan akun. Sekarang masalah telah diperbaiki, kami memberi tahu orang-orang,” kata jubir Twitter.

Dilansir dari BBC, Twitter mengatakan siapa pun yang terkena dampak dari celah ini akan mendapatkan pemberitahuan dalam aplikasi untuk memberikan langkah rekomendasi pencegahan.

“Kami tidak memiliki bukti bahwa kerentanan ini dimanfaatkan oleh penyerang,” tambahnya.

Masalah keamanan ini muncul setelah Twitter terkena serangan peretas yang meretas akun-akun sosok terkenal. Akun-akun itu menyebarkan penipuan mata uang kripto yang berjanji untuk menggandakan uang.

(jnp/mik)

[Gambas:Video ]

Next Post

Chevron Hengkang dari Proyek Rp70 T di Kaltim

Jakarta, Indonesia — Plt Dirjen Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ego Syahrial mengatakan PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) berencana hengkang dari proyek Deep Water Development (IDD) atau laut dalam di Kalimantan Timur. Diketahui, proyek itu memiliki nilai US$15 miliar atau sekitar Rp70 triliun. Ia mengatakan keputusan hengkang tersebut dinilai […]