Trump Kobarkan Perang Dagang ke Kanada

Farah

Presiden AS Donald Trump mengobarkan perang dagang ke Kanada dengan memberlakukan tarif impor 10 persen atas aluminimum negara tersebut.

Jakarta, Indonesia —

Presiden Amerika Serikat (ASDonald Trump mengobarkan perang dagang terhadap Kanada dengan memberlakukan tarif bea masuk impor 10 persen atas aluminium asal Kanada. Tarif yang akan berlaku per 16 Agustus mendatang merupakan tanggapan Gedung Putih atas kenaikan impor aluminium Kanada.

Sebagai catatan, impor aluminium AS dari Kanada memang melonjak sebesar 27 persen selama setahun terakhir.

“Kanada memanfaatkan kami (AS) seperti biasanya. Saya menandatangani proklamasi yang membela industri AS dengan memberlakukan kembali tarif aluminium kepada Kanada,” kata Trump seperti dikutip dari AFP, Jumat (7/8).

Sebelumnya, kerja sama tiga negara antara AS, Kanada, dan Meksiko atau USMCA mengharuskan AS membebaskan tarif masuk atas produk-produk Kanada. Namun, Trump menilai Kanada mengingkari perjanjian dengan membanjiri negaranya dengan impor aluminium.

“Produsen aluminium Kanada telah melanggar komitmen tersebut,” lanjutnya.

Terpisah, Wakil Perdana Menteri Kanada Chrystia Freeland menyebut tarif yang dikenakan Trump tidak beralasan dan tidak dapat diterima. Atas dasar itu, negaranya berjanji  segera melakukan perhitungan untuk menyelamatkan industri Kanada.

“Pada saat pandemi global dan krisis ekonomi, hal terakhir yang pekerja Kanada dan AS butuhkan adalah tarif baru yang akan meningkatkan biaya produsen dan konsumen. Menghalangi arus perdagangan bebas akan merugikan ekonomi provinsi dan negara bagian,” ucap Freeland.

[Gambas:Video ]

Tak hanya dari pihak Kanada, penolakan juga disampaikan Dewan Perdagangan Luar Negeri AS. Mereka mengatakan tarif yang salah arah akan merusak USMCA.

Oleh karena itu, mereka mendesak Trump untuk kembali mempertimbangkan keputusannya. Mereka juga memperingatkan Trump bahwa kebijakannya tersebut bisa berdampak terhadap kenaikan biaya bagi perusahaan dan konsumen Amerika.

“Itu diambil tanpa justifikasi atau penyelidikan yang mendalam, niscaya akan merugikan lebih banyak produsen AS daripada membantu, terutama di tengah penurunan ekonomi,” kata Presiden Dewan Perdagangan Luar Negeri AS Rufus Yerxa.

Produsen suku cadang menyebut pihaknya akan menjadi korban dan terpukul dalam akibat kenaikan biaya aluminium. Sementara, Asosiasi Produsen Motor dan Peralatan bilang bahwa tarif akan memberatkan kesulitan keuangan yang sudah ada pada produsen suku cadang kendaraan AS yang saat ini berusaha pulih dari gejolak ekonomi.

Lihat juga:

Mengenal Perekonomian Hong Kong yang Kena Resesi 4 Kuartal

Lebih lanjut, Asosiasi Aluminium Kanada membantah data AS dan mendesak pembatalan tarif dengan segera. Mereka meminta pemerintah Kanada untuk mempertimbangkan semua opsi pembalasan.

Trump sebelumnya juga sempat memberlakukan tarif hukuman atas impor aluminium dan baja Kanada pada Juni 2018 di tengah-tengah negosiasi USMCA.

Kanada kemudian membalas dengan tarif aluminium dan baja Amerika, serta wiski, saus tomat, jus jeruk, mesin pemotong rumput, perahu layar, dan banyak lagi.

(wel/agt)

Next Post

DKI soal Klaster Kantor 26 Jadi 30: Kemarin Ada yang Keselip

Jakarta, Indonesia — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merevisi total jumlah perkantoran yang ditutup sementara usai ditemukan karyawan positif virus corona (Covid-19). Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta Andri Yansah menyebutkan hingga Jumat (7/8), pihaknya mencatat total perkantoran di ibu kota yang ditutup sementara mencapai 30 perkantoran. Jumlah itu diketahui bertambah dari […]