Siaga Hadapi China, AS Siapkan Kapal Perang Mematikan

Farah

Amerika Serikat mengumumkan rencana ambisius untuk memperluas Angkatan Laut dengan sejumlah armada tempur untuk menghadapi China.

Jakarta, Indonesia —

Amerika Serikat mengumumkan rencana ambisius untuk memperluas Angkatan Laut dengan sejumlah armada tempur untuk menghadapi China.

Menteri Pertahanan Mark Esper mengatakan pihaknya akan menambah kapal tak berawak, kapal selam hingga pesawat.

Dengan rencana itu, armada laut AS akan ditingkatkan menjadi lebih dari 355 kapal, dari 293 kapal yang ada saat ini.

AS berharap militer mereka mampu mempertahankan keunggulan atas pasukan angkatan laut China, yang dipandang sebagai ancaman utama.

“Armada masa depan akan lebih seimbang dalam kemampuan memberi efek mematikan dari udara, laut, dan bawah laut,” kata Esper dalam pidato di Rand Corp, California, Rabu (16/9) seperti dikutip dari AFP.

Dia mengatakan armada laut akan diperbanyak namun ukurannya lebih kecil.

Beberapa yang akan ditambah yakni kapal selam, kapal permukaan dan di bawah permukaan berawak opsional. Kemudian kapal tak berawak dan otonom serta berbagai macam pesawat berbasis kapal induk tak berawak.

Lihat juga:

Pentagon Protes usai China Uji Rudal di Laut China Selatan

Armada kapal akan dirancang lebih mampu bertahan dari konflik intensitas tinggi, dan melakukan serangan presisi pada jarak yang sangat jauh.

Dia mencontohkan kapal fregat baru berpeluru kendali dengan kemampuan serangan mematikan dan bertahan.

Saat ini drone trimaran sepanjang 40 meter sedang diuji coba di Sea Hunter. Kapal tak berawak itu dapat mendeteksi kapal selam musuh selama lebih dari dua bulan nonstop.

“Ini merupakan langkah selanjutnya dalam mewujudkan armada masa depan, di mana sistem tak berawak melakukan berbagai fungsi perang, mulai dari melepas tembakan mematikan dan meletakkan ranjau, hingga mengawasi musuh,” kata Esper.

“Ini akan menjadi perubahan besar dalam cara kami melakukan perang laut di tahun-tahun dan dekade mendatang.”

Esper menegaskan kembali bahwa China adalah ancaman keamanan utama dan kawasan Indo-Pasifik menjadi prioritas militer AS.

Lihat juga:

Kecam Laporan Militer AS, China Sebut Pentagon Salah Tafsir

“Kawasan ini tidak hanya penting karena menjadi hub perdagangan dan perdagangan global, tetapi juga episentrum persaingan kekuatan besar dengan China,” ujarnya.

Laporan Pentagon mengungkap bahwa Beijing memiliki armada angkatan laut terbesar di dunia dengan 350 kapal dan kapal selam. Namun, Esper menekankan, angkatan laut China tertinggal dalam hal kekuatan dan kapabilitas.

“Bahkan jika kami berhenti membangun kapal baru, China akan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menyamai kemampuan kami di laut lepas.”

(dea)

[Gambas:Video ]

Next Post

Pengamat: Sentilan Ahok ke Pertamina Sinyal Rombak Direksi

Jakarta, Indonesia — Pengamat dari Universitas Paramadina Hendri Satrio mengendus sentilan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok kepada jajaran direksi BUMN migas itu sebagai sinyal perombakan direksi. “Menurut saya, ada dua hal kemungkinan maksud bicara Ahok. Pertama, sinyal akan ada perombakan direksi. Kedua, ya Ahok sedang cari panggung,” ujarnya, mengutip […]