Sanksi Membawa Nikmat Chelsea

Farah

Chelsea agresif berbelanja pemain di musim ini setelah menjalani sanksi larangan transfer pada musim lalu.

Jakarta, Indonesia —

Chelsea hanya bisa terpaku di musim lalu saat jendela transfer tertutup untuk mereka. Kini, Chelsea justru yang paling agresif di Liga Inggris ketika klub-klub lain tengah berhitung dari segi ekonomi di tengah pandemi.

Setelah membeli Christian Pulisic untuk musim 2019/2020 pada Februari 2019, Chelsea resmi menjalani sanksi larangan belanja pemain untuk dua jendela transfer, yaitu di bursa transfer awal musim 2019/2020 dan tengah musim 2019/2020.

Tanpa tambahan pemain, Frank Lampard sukses membuktikan kepiawaiannya sebagai pelatih. Dengan memanfaatkan pemain-pemain yang sudah ada di dalam skuad, Lampard sukses membawa Chelsea mengakhiri musim dengan finis di zona Liga Champions.




Catatan tersebut terbilang merupakan prestasi bagi manajer muda macam Lampard tanpa tambahan pemain bintang.

Ajax's Moroccan midfielder Hakim Ziyech reacts during the UEFA Champions League semi-final second leg football match between Ajax Amsterdam and Tottenham Hotspur at the Johan Cruyff Arena, in Amsterdam, on May 8, 2019. (Photo by JOHN THYS / AFP)Hakim Ziyech jadi rekrutan anyar Chelsea. (AFP/JOHN THYS)

Di awal musim ini, Lampard bakal menjalani musim keduanya dengan modal lebih mentereng. Chelsea mendukung Lampard dengan kehadiran sejumlah pemain bintang.

Hakim Ziyech, Kai Havertz, Timo Werner, dan Ben Chilwell adalah bentuk pernyataan tegas bahwa Chelsea masuk era baru di bawah Lampard.

Sementara itu kehadiran Thiago Silva yang datang sebagai pemain bebas transfer bakal membuat lini belakang Chelsea lebih kokoh.

Lihat juga:

Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia U-19 vs Arab Saudi

Chelsea seolah mengambil untung dari dana mengendap yang tidak mereka gunakan di dua jendela transfer. Dengan demikian, mereka bisa dengan gagah berani berbelanja di tengah pandemi.

Chelsea nyaris tanpa perlawanan berarti ketika merekrut Ziyech, Werner, Havertz, dan Chilwell. Meski klub-klub besar Inggris lainnya berminat pada pemain-pemain tersebut, Chelsea bisa selalu memenangkan perburuan.

Liverpool yang sudah jauh lebih dulu mendekati Timo Werner pun tidak berdaya menyaingi pendekatan Chelsea. The Blues bisa langsung mendapatkan Timo Werner dalam pendekatan yang lebih singkat.

Lihat juga:

Timnas U-19 Tahu Cara Merepotkan Arab Saudi

Chelsea tanpa kesulitan menghamburkan 72 juta poundsterling untuk Havertz yang masih berusia 21 tahun dan mereka juga tak ragu menebus banderol 45 juta poundsterling untuk Ben Chilwell.

Di tengah banyaknya bintang yang sudah datang, Lampard bahkan menegaskan masih butuh kiper baru dengan Jan Oblak dan Dean Henderson menjadi target buruan.

Sanksi yang mereka dapat di dua jendela transfer jadi berbuah manis bagi mereka di tengah pandemi saat ini.

Chelsea's head coach Frank Lampard, left, gestures during the English Premier League soccer match between Sheffield United and Chelsea at Bramall Lane in Sheffield, England, Saturday, July 11, 2020. (Peter Powell/Pool via AP)Frank Lampard masih mengincar kiper untuk Chelsea. (AP/Peter Powell)

Ancaman Bahaya di Balik Gemerlap Bintang

Setelah di musim pertama mendapat ujian mengangkat performa Chelsea dengan tanpa tambahan pemain, kini Lampard dituntut untuk bisa mengelola kumpulan pemain-pemain bintang.

Kehadiran rombongan bintang tak pelak membuat sejumlah pemain terancam posisinya. Mason Mount, Christian Pulisic, Ruben Loftus Cheek, dan Tammy Abraham yang mencuri perhatian musim lalu bakal saling sikut dengan pemain-pemain yang baru datang.

Situasi panas dalam persaingan internal ini yang bakal dihadapi oleh Lampard di Chelsea musim ini.

Leicester's Ben Chilwell celebrates scoring the opening goal during the English Premier League soccer match between Southampton and Leicester City at St Mary's stadium in Southampton, England Friday, Oct., 25, 2019. (AP Photo/Alastair Grant)Ben Chilwell menambah kekuatan Chelsea di lini belakang. (AP Photo/Alastair Grant)

Tak hanya itu, proses adaptasi sejumlah pemain baru juga jadi hal yang perlu dijinakkan oleh Lampard di tengah minimnya waktu persiapan.

Namun sebagai tim besar yang ingin membidik juara, perihal tim bertabur bintang tentu jadi salah satu syarat yang mutlak.

Lampard pastinya tak mau mengulang momen musim lalu ketika Tammy Abraham dan sejumlah pemain lainnya cedera saat momen penting.

Lihat juga:

Rossi: Pengumuman Saya Gabung Petronas di MotoGP Catalunya

Dengan banyaknya pemain-pemain bintang, Lampard kini setidaknya punya dua pemain andalan untuk satu posisi. Tidak sampai di situ, pemain-pemain tersebut juga rata-rata masih berusia di bawah 24 tahun.

Lampard jelas mendapat kewenangan penuh di Chelsea dengan langkah yang dilakukan manajemen The Blues di awal musim ini. Awal musim bakal jadi fase menentukan bagi Lampard karena ia harus meramu tim dengan tepat dalam duel melawan Brighton and Hove Albion, Liverpool, dan West Bromwich Albion.

Mereka telah menyiapkan barisan pemain-pemain muda penuh talenta. Bila Lampard bisa mengelola tim dengan baik dan benar, bukan mustahil mereka bisa jadi penerus gerbong kejayaan Chelsea berikutnya, mengikuti jejak John Terry dan kawan-kawan yang kemudian diteruskan generasi Eden Hazard.

(ptr/ptr)

[Gambas:Video ]

Next Post

Beri Sambutan Mahasiswa Baru, Rektor ITB Sebut Bencana Picu Perkembangan Iptek

Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB), Reini Wirahadikusumah menyebut beragam bencana dan permasalahan lain memicu perkembangan ilmu pengetahuan. Hal ini diharapkan bisa menjaga motivasi dan optimisme, khususnya di tengah pandemi Covid-19 yang terjadi. Hal itu ia sampaikan saat memberikan sambutan kepada ribuan mahasiswa baru Tahun Akademik (TA) 2020/2021 secara daring. Menurutnya, […]