Polisi Tahan Pengacara Djoko Tjandra Selama 20 Hari

Farah

Polisi menahan pengacara Djoko Tjandra, Anita Kolopaking, selama 20 hari ke depan setelah pemeriksaan sejak Jumat pagi kemarin.

Jakarta, Indonesia —

Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menahan tersangka kasus pembuatan surat jalan palsu Djoko Tjandra, Anita Dewi Kolopaking, selama 20 hari ke depan.

Penahanan dilakukan usai penyidik mencecar Anita dengan puluhan pernyataan dalam pemeriksaan yang berlangsung hingga Sabtu (8/8) dini hari.

“Pemeriksaan ADK sampai jam 04.00 WIB tadi. Yang bersangkutan dicecar dengan 55 pertanyaan. Pagi ini, 8 Agustus 2020 sampai 20 hari ke depan yang bersangkutan ditahan di Rutan Bareskrim Polri,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono lewat pesan singkat kepada Indonesia.com, Sabtu (8/8).

Diketahui, Anita memenuhi panggilan penyidik Bareskrimm Pilri untuk dimintai keterangan sebagai tersangka pada Jumat (7/8) kemarin. Anita datang pukul 10.30 WIB.

Sebelumnya, Awi menyatakan bahwa peran Anita perlu diketahui penyidik karena bisa membongkar banyak hal dalam kasus surat jalan Djoko Tjandra, khususnya terkait hubungan dan keterlibatan Brigjen Prasetijo Utomo.

“ADK ini kunci karena selama ini hubungan antara Djoko Tjandra, BJPU semua melalui ADK. Jadi yang bersangkutan ini yang menjembatani selama ini terkait kasus surat palsu,” tutur Awi.

Lihat juga:

LP Nusakambangan Siap Jika Djoko Tjandra Dipindahkan ke Sana

Brigjen Prasetijo sendiri telah dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan (Korwas) PPNS Bareskrim Polri, seperti tertuang dalam surat telegram Kapolri bernomor ST/1980/VII/KEP./2020 tertanggal 15 Juli 2020.

Prasetijo dijerat kasus pidana dan telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penerbitan surat jalan palsu untuk memuluskan langkah Djoko Tjandra berpergian selama berada di Indonesia.

(mts/stu)

[Gambas:Video ]

Next Post

Tip Mengatur Kocek Kala Ekonomi RI Minus

Jakarta, Indonesia — Pertumbuhan ekonomi¬†Indonesia minus 5,32 persen pada kuartal II 2020 secara tahunan. Ini menjadi yang terburuk atau kontraksi pertama kali sejak kuartal I 1999 silam. Banyak pengamat menyatakan Indonesia hampir mustahil terlepas dari resesi pada kuartal III 2020. Lebih parahnya lagi, sejumlah pengamat mengatakan Indonesia berpotensi mengalami depresi. […]