Objek Wisata Alam Gua Pindul Masih Ditutup

Farah

Turis yang hendak wisata di Gua Pindul harus sedikit bersabar, karena objek wisata alam itu saat ini masih dalam zona merah penyebaran COVID-19.

Jakarta, Indonesia —

Dinas Pariwisata Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, belum dapat melakukan uji coba simulasi pembukaan objek wisata Gua Pindul karena belum mendapat rekomendasi dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di wilayah itu.

Seperti diketahui, wacana pembukaan Gua Pindul sudah digulirkan pengelola sejak akhir Juni lalu. Namun hingga memasuki minggu kedua Agustus pembukaan belum juga terlaksana.

“Kami sudah melakukan verifikasi dan simulasi terkait dengan uji coba pembukaan Gua Pindul. Hanya saja, hingga sekarang gugus tugas belum memberikan rekomendasi berkaitan dengan pembukaan objek tersebut,” kata Sekretaris Dinas Pariwisata Gunung Kidul, Hary Sukmono, di Gunung Kidul, Senin (10/8), seperti yang dikutip dari ANTARA.

Pilihan Redaksi
  • 7 Gua Berpemandangan Ajaib di Dunia
  • 5 Destinasi ‘Perut Bumi’ di Pulau Jawa yang Layak Didatangi
  • Destinasi Jelajah Gua di Gunungkidul

Hary lanjut mengatakan, alasan belum dikeluarkan rekomendasi karena Gua Pindul berada di klaster penyebaran COVID-19 dari penjualan ikan Karangmojo, meski bukan ranah Dinas Pariwisata untuk menentukan suatu wilayah rawan atau aman terhadap penyebaran COVID-19.

Sehingga untuk bisa beroperasi harus mendapat rekomendasi dari Gugus Tugas Percepatan Penangan COVID-19 Gunung Kidul.

“Rekomendasi tersebut merupakan hal yang wajib karena sebagai bagian dari upaya mencegah penyebaran virus corona di kawasan destinasi wisata. Kita harus mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. Kami tidak berharap objek wisata menjadi penyumbang penyebaran COVID-19,” katanya.

Sementara itu, Direktur Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Maju Mandiri, Kalurahan Bejiharjo, Saryanto mengatakan pembukaan Pindul belum terealisasi karena Kapanewon Karangmojo masuk sebagai zona merah penyebaran COVID-19.

Walau belum mendapat rekomendasi, pihaknya memanfaatkan kondisi tersebut untuk berbenah. Salah satunya fokus dalam upaya penyiapan pembukaan wisata di era adaptasi kebisaan baru ini.

Saat ini, pengelola melakukan penambahan fasilitas mulai sarana cuci tangan untuk pengunjung, penyedia tempat hand sanitizer dan lain sebagainya

“Fokus persiapan dulu. Hal ini dilakukan untuk aturan sesuai dengan protokol kesehatan benar-benar dilaksanakan,” katanya.

(ANTARA/ard)

[Gambas:Video ]

Next Post

Jokowi Sempat Khawatir Corona Bakal Tekan Kinerja IHSG

Jakarta, Indonesia — Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku sempat khawatir dengan dampak ketidakpastian covid-19 ke pasar modal dalam negeri. Ia khawatir virus corona bisa menimbulkan goncangan hebat pada pasar modal. Namun, ia gembira kekhawatirannya tersebut tidak terjadi hingga saat ini. Pernyataan tersebut disampaikan melalui video ucapan selamat dalam rangka peringatan 43 tahun diaktifkannya kembali pasar […]